Total Tayangan Halaman

09 Agustus 2010

Kelelawar Albino Diyakini Jadi-jadian

Seekor kelelawar albino yang tertangkap di rumah seorang warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggegerkan warga setempat.

Mereka meyakini hewan itu sebagai hewan jadi-jadian yang bertujuan menguras harta. Kelelawar dalam bahasa Jawa disebut Kalong, tapi di Probolinggo yang banyak dihuni etnis Madura, hewan itu disebut Pok-kopok.

Hewan sebesar kepalan anak remaja itu ditangkap oleh Busar, ketua RT 4/RW 4 Kelurahan Kebonsari Wetan.

Hewan itu pertama kali diketahui Sudarmo, warga setempat. Karena takut menangkap kelelawar yang memasuki rumahnya, Sudarmo memanggil Busar untuk dimintai tolong.

Sang ketua RT akhirnya berhasil menangkapnya dan meletakkannya hewan ini di dalam toples kaca yang disimpan di rumahnya.

Dalam sekejap, kabar penangkapan hewan itu menyebar ke pelosok kampung. Tak ayal, warga dari berbagai penjuru berdatangan ke rumah Busar untuk menontonnya.

Mereka menganggap, kelelawar berwarna oranye agak kecokelatan itu, sebagai makhluk jadian. Sebab selain mereka jarang melihat kelelawar seperti itu.

Selain warna tubuhnya tidak hitam seperti umumnya kelelawar, matanya berwarna merah. Kehadirannya kian kuat untuk dikaitkan dengan klenik karena masuk rumah Sudarmo tepat pada malam Jumat Legi, hari yang sakral bagi warga tertentu.

“Saya tak pernah melihat kelelawar seperti ini. Ini bukan kelelawar biasa, ini pasti Pok-kopok (kelelawar jadi-jadian). Hewan ini sering mencuri uang,” ujar Khofi, warga setempat.

Dengan tertangkapnya hewan langka ini, warga jalan KH Hasan Genggong Gang Bayusari VIII, agak lega. Pasalnya, hewan yang sering mencuri uang itu, telah tertangkap.

“Sebenarnya warga di sini tidak ada yang kehilangan uang. Tidak tahu kalau di daerah lain. Kebetulan saja kelelawar ini kesasar ke sini,” ujar Miftahul Huda, tokoh pemuda setempat.

Menurut Huda, setelah hewan itu tertangkap, warga setempat sempat kebingungan mau diapakan. Untuk sementara binatang aneh itu ditaruh di rumah Busar.

Agar tetap hidup, Busar meletakkan pisang di dalam toples itu untuk makanannya. “Yah, biar hidup. Kalau memang ini Pok-kopok, pasti ada yang punya. Kita tunggu saja pemiliknya. Dan kalau ini kelelawar biasa, apa salahnya memelihara binatang yang langka,” tambah Huda.

Konon, menurut cerita warga setempat, Pok-kopok sengaja dilepas oleh pemiliknya untuk mencuri harta orang lain.

Ia dipelihara oleh seseorang agar jadi kaya, tanpa harus bekerja. ”Katanya kalau Pok-kopok ini ditangkap dan dibunuh, maka yang punya, juga ikut mati,” imbuh Huda, lelaki yang pernah mendalami dan pernah berguru ke ahli-ahli spiritual itu.

Apakah kelelawar itu pok-kopok atau bukan masih tanda tanya, tetapi warga cukup terhibur melihat hewan itu. (st35)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes