Total Tayangan Halaman

24 Agustus 2010

Pembangunan PLTN Jangan Diundur

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwVJ1DpbNB79Y7L2zwqWOxoatHpSL3nhZzthCxm_a9pjdRJYnXoJUzXnnqgtIo6Cd-pH5z6CNWun4ictJKP_X8zNK1qS75d73ZEpSNKdX4FbWt4c0xOyux6NUzCBHGViAB9u3bmgSTPZY/s400/reaktor-nuklir-iran.jpg Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) jangan sampai mengalami pengunduran lagi. Pasalnya, hal ini dinilai untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan guna memenuhi penyediaan kebutuhan listrik nasional sampai dengan tahun 2025.

"Introduksi energi nuklir sebagai bagian dari Energi baru dan terbarukan (EBT) melalui pembangunan PLTN di Indonesia untuk mencapai suatu bauran energi yang optimal. Maka, keputusan itu jangan sampai diundur, mari kita pikirkan masa depan Indonesia," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Hudi Hastowo di kantor pusat BATAN, Selasa (24/8/2010).

Sehingga saat ini, BATAN telah melakukan persiapan-persiapan untuk rencana pembangunan PLTN ini. Selain itu infrastruktur telah disiapkan. Diantaranya terkait penyediaan SDM.

"Selanjutnya, kalau kita sudah membnangun PLTN kita juga harus memikirkan siapa yang mengoperasikan dan mengawasi itu butuh persiapan matang," lanjutnya.

Sementara, terkait hasil jajak pendapat semester 1, daerah-daerah yang menjadi ring 1 dalam pembangunan tapak PLTN yang meliputi Jepara, Rembang, Pati dan Kudus matoritas setuju untuk dibangun PLTN.

"Jepara 55,3 persen, Kudus 46 persen, Pati 43,3 persen, Rembang 56,1 persen," ungkapnya.

Untuk tahap awal, Hudi Hastowo mengatakan, dalam pembangunan PLTN nanti pihaknya akan membuat 1000 Mega Watt (MW), yang nantinya akanm ditingkatkan sesuai kebutuhan energi listrik nasional.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes