Total Tayangan Halaman

13 Agustus 2010

Siap Dibongkar, Dokumen Rahasia Perang AS

Laman WikiLeaks bersiap merilis dokumen-dokumen perang AS di Afganistan yang belum dipublikasikan. Juru bicara WikiLeaks, Julian Assange, Kamis, 12 Agustus 2010, mengatakan bahwa organisasinya masih menyimpan sekitar 15.000 dokumen rahasia.

Namun, belum diungkapkan waktu yang pasti kapan dokumen-dokumen itu akan diumbar ke publik.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, memperingatkan pengungkapan dokumen-dokumen itu akan merongrong keamanan dan mengancam lebih banyak orang dibanding saat WikiLeaks merilis sekitar 76.000 dokumen beberapa waktu lalu.

Pentagon mengatakan bahwa pihaknya yakin telah mengidentifikasi 15 ribu dokumen rahasia tersebut, dan mengungkapkan bahwa publikasi ribuan dokumen tersebut akan making menghancurkan militer.

Juru bicara Pentagon, Geoff Morrell, menyebut publikasi yang masih rencana itu sebagai bentuk tindakan tak bertanggung jawab.

Sedangkan Assange, berbicara melalui videolink kepada Frontline Club London, dia mengesampingkan permintaan Pentagon untuk berhenti menerbitkan informasi-informasi intelijen mereka. Meski tidak menyebutkan waktu pasti kapan akan menerbitkannya, Assange mengatakan kalau WikiLeaks telah selesai memproses setengah dari dokumen-dokumen tersebut.

"Kami sudah memproses sekitar tujuh ribu laporan," kata Assange. Proses menyisir dokumen diperlukan guna memastikan warga Afganistan tidak akan merasa "sakit hati" dengan penerbitan dokumen-dokumen tersebut.

Belum diketahui apakah Assange juga akan memberikan dokumen-dokumen itu ke media tertentu seperti The New York Times, The Guardian, dan Der Spiegel yang berhasil mendapatkan dokumen-dokumen rahasia sebelumnya. (Associated Press)


• VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes