Total Tayangan Halaman

15 Agustus 2010

Selama Puasa Saatnya Tubuh Membuang Racun

Puasa membuat tubuh tak mendapat asupan makanan selama lebih 12 jam. Itulah yang kemudian memicu kekhawatiran sebagian orang bahwa puasa akan memperburuk metabolisme tubuh. Benarkah?

AJ Carlson, Profesor Fisiologi di Universitas Chicago, mengatakan, puasa justru memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Puasa didefinisikan sebagai periode tubuh pantang mengasup semua jenis makanan atau makanan tertentu.

Seperti dikutip dari MedIndia, Carlson menjelaskan bahwa puasa justru memberi kesempatan tubuh mengeluarkan racun melalui aliran darah, pori dan organ pembuangan lain. "Puasa akan menyempurnakan proses pembersihan tubuh atau detoksifikasi."

Lemak tubuh yang tidak bermanfaat, racun yang terakumulasi dalam sel tubuh akan dikeluarkan. Sel yang sakit, sel-sel mati, lapisan lendir menebal di dinding usus, limbah aliran darah juga dikeluarkan lewat hati, limpa, dan ginjal.

Dengan pilihan makanan yang tepat saat sahur dan buka, metabolisme tubuh tak akan terganggu. Secara teori medis, kata Carlson, orang sehat dan tidak memiliki masalah stres serta gangguan emosi dapat bertahan tanpa makanan selama 50-75 hari.

Usahakan mengkonsumsi karbohidrat kompleks saat sahur. Sifatnya lebih lambat dipecah menjadi gula darah sangat membantu metabolisme energi tubuh. Menu karbohidrat ideal sahur antara lain nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong. Jangan lupakan juga sayur dan buah untuk memaksimalkan proses detoksifikasi. • VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes