Pergerakan rupiah diprediksi bakal stabil dikisaran Rp8.930-an per USD pada perdagangan hari ini. Lagi-lagi, imbas pergerakan harga minyak dan sentimen regional akan mempengaruhi rupiah hari ini.
"Untuk perdagangan hari ini, kami perkirakan penguatan mata uang rupiah, akan tertahan dan cenderung stabil pada kisaran sempit di Rp9.035 sampai Rp9.040 per USD," ujar analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih, dalam buletin yang dipublikasikan, di Jakarta, Jumat (6/8/2010).
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp8.938 per USD (kurs tengah Bloomberg) seiring dengan penguatan di hampir semua mata uang Asia. Penguatan juga terjadi pada IHSG yang kembali menguat ke 3.045.
Penguatan signifikan ini terkait dengan berita positif meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia Q2-2010 yang diatas ekspektasi. Sementara itu harga minyak ditutup di USD82,01 per barel.
Sekadar mengingatkan, harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi, kendati bertahan di level USD82 per barel, pada penutupan perdagangan Kamis (5/8/2010) waktu setempat. Data klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) mengalami lonjakan tak terduga ke level tertinggi sejak April, sehingga menjadi kekhawatiran investor terhadap pemulihan ekonomi terbesar di dunia.
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (6/8/2010), untuk kontrak utama di New York, harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman September, merosot 46 sen dolar Amerika menjadi USD82,01 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent North Sea di London, untuk pengiriman September ikut turun 59 sen dolar Amerika ke posisi USD81,61.(okezone)
02.22
Ajang artikel
Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar