14 Oktober 2011
Bocah Yang Terlahir dengan Hidung Badut
Bak badut, bocah bernama Connie Lloyd lahir dengan hidung merah bulat. Selama dua tahun, anak perempuan dari pasangan Zara Green dan Tom Lloyd ini hidup dengan kondisi hidung yang didiagnosis mengidap tumor jinak.
Kondisi itu kerap membuatnya menerima ejekan dari orang yang melihatnya. “Connie sangat malu dan akan memalingkan wajah ketika orang berkomentar atau menunjuk wajahnya,” ujar Zara, sang ibu, seperti dikutip Daily Mail.
Namun, gadis pemalu itu akhirnya bisa tersenyum bahagia. Meski sempat didiagnosis tidak bisa sembuh, ia seperti mendapat mujizat ketika tim dokter berhasil mengangkat tumor tersebut dan merekonstruksi hidungnya.
Dokter sudah melihat bercak hitam di hidung Connie saat memeriksa hasil USG janin sang ibu pada minggu ke-26. Namun, tak banyak yang bisa dilakukan. Connie pun lahir dengan sehat pada September 2008.
Orangtuanya baru menyadari tanda merah pada hidung Connie, selang satu hari setelah kelahirannya. Dalam sebulan, tanda tersebut membesar hingga memiliki diameter hampir 4 cm. “Ketika kami melihat hidungnya kami takjub. Dia terlihat berbeda, tapi kami tahu dia adalah anak kami,” ia menambahkan.
Spesialis kulit dari RS Great Ormond Street mendiagnosis anak mereka menderita haemagioma atau tumor jinak yang tak dapat disembuhkan. Namun, mereka tak menyerah. Mereka pun menemui dokter bedah Iain Hutchison yang mengkhususkan diri pada pengobatan cacat wajah.
Dokter Hutchion berhasil melakukan operasi pengangkatan tumor pada Maret. Operasi itu berhasil dan hanya menyisakan bekas luka kecil di hidung Connie. “Sebelum operasi, Connie malu akan hidungnya. Bahkan ke dokter saja saya menyembunyikannya di dalam mobil untuk menghindari ejekan orang-orang,” ucap orangtuanya.
Ketika Connie berusia empat minggu, hidungnya bulat sempurna bagai hidung badut yang terus merekah. “Kami khawatir karena dokter mengatakan bahwa jika mereka memotongnya, Connie dapat mengeluarkan banyak darah yang bisa berujung pada kematian,” ujarnya.
Namun untungnya, operasi dapat berjalan dengan lancar. Kini, Connie memiliki hidung sempurna seperti hidung sang bunda. Ia pun mulai ceria seperti anak sebayanya.
Pembantu Paling Sadis Yang Terekam CCTV !
Ini adalah pelajaran bagi anda yang harus bekerja ( suami istri ) sepanjang hari yang mempercayakan buah-2 hati anda dijaga/diasuh oleh pembantu/baby Sitter.
Jika anda tidak kuat, mohon jangan lihat video yang direkan secara diam-diam ini. Sungguh miris dan saya pribadi tidak kuat melihatnya.
Satu pelajaran dari video ini adalah, belum aman kita pasang CCTV , sebab setelah kita tahu buah-2 hati di zolimi, kondisi anak kita sudah parah dan kita hanya bia pasrah dan paling banter kita lapor ke polisi.
Roti Mengerikan,Bentuknya Seperti Kepala Manusia
Seorang seniman dari Thailand membuat roti dengan bentuk yang tidak lazim. Bentuk yang mengerikan. Biasanya orang membuat roti dengan bentuk yang membangkitkan selera, tetapi ini membuat jauh…jauh.. dari selera. Malahan membuat perut mulas sebelum memakannya.
Ini dia gambar beberapa roti yang mengerikan itu.
Sup Kucing – Tren Baru Makanan Di Timur Asia
Seperti yang para filsuf bilang bahwa binatang terbuas di dunia adalah manusia. Melihat realita yang terjadi saat ini ucapan para filsuf diatas dapat dibenarkan sepenuhnya. Dalam memuaskan hasrat dan nafsunya, tak jarang manusia berbuat tindakan-tindakan abnormal yang jauh dari batas kewajaran bahkan boleh dibilang sudah menyerupai atau melebihi perbuatan binatang.
Belum lama ini sebuah restoran di Guangzhoi, China, menyajikan sebuah menu baru untuk para pelanggannya. Sup Kucing, sup ini tidak hanya sekedar nama, namun benar-benar menggunakan kucing sebagai bahan utamanya. Belum lagi proses memasak kucing dilakukan dengan cara yang sangat keji, sama sekali tidak berprikemanusiaan. Lihat saja foto dibawah ini.
Itulah teknik-teknik keji yang dilakukan untuk memasang kucing, beberapa direbus langsung hidup-hidup, namun ada pula yang dipukuli terlebih dahulu sampai mati. Semua ini terjadi karena adanya anggapan bahwa daging kucing baik untuk kesehatan karena mampu menyeimbangkan unsur “Yin” dan “Yang” dalam tubuh manusia.
Sungguh ada sesuatu yang aneh dalam otak mereka, mungkin suatu saat jika mereka beranggapan daging bayi atau janin yang baru lahir mampu memberikan keberuntungan dan kesehatan, bukan tidak mungkin mereka akan memakan anak-anak mereka sendiri, dan muncul restoran-restoran baru yang menyajikannya. Sangat tidak lazim dan aneh !!!
13 Oktober 2011
Kakek Ini Hidup dengan Minum Bensin Selama 42 Tahun
China, Bensin adalah bahan bakar untuk kendaraan bermotor, bukan untuk diminum sehari-hari seperti yang dilakukan oleh seorang pria di China. Ia kecanduan bensin sejak pertama kali meminumnya untuk mengatasi batuk kurang lebih 42 tahun silam.

Chen Dejun, kakek 71 tahun asal kabupaten Chongqing di wilayah barat daya China ini awalnya cuma mengeluh batuk dan nyeri dada. Tepatnya tahun 1969, ia mencoba resep tradisional untuk mengatasinya yakni dengan minum secangkir kerosin atau minyak tanah.
Awalnya resep itu berhasil meredakan batuk dan menyembuhkan nyeri dada yang dialaminya. Namun celakanya, pria berbadan kurus dan bekerja sebagai pemecah batu ini jadi kecanduan dan selalu merasa tidak enak badan jika sehari saja tidak minum kerosin.
Lama-lama badan Chen tetap merasa tidak enak badan meski sudah minum kerosin, sehingga mulai beralih ke bensin yang harus dibelinya sendiri di kota dengan berjalan kaki naik turun bukit. Sejak itu, rata-rata ia menghabiskan bensin 3 hingga 3,5 kg/bulan.
Istri Chen, Yuan Huibi dan ketiga anaknya sudah berkali-kali mengingatkan untuk berhenti minum bensin. Bukannya berhenti, saran dari keluarga justru membuat Chen marah-marah lalu pergi dari rumah dan menyendiri di rumahnya yang lain sejak 8 tahun yang lalu.
Jika ditanya berapa banyak bensin yang sudah diminum, Chen mengaku tidak ingat persis karena memang tidak pernah menghitungnya. Namun berdasarkan rata-rata bensin yang dikonsumsinya tiap hari, diperkirakan dalam 42 tahun terakhir Chen sudah menghabiskan tak kurang dari 1,5 ton bensin.
Belakangan, kebiasaan aneh Chen sampai juga ke telinga para dokter di Honglou Hospital di pusat kota Chongqing yang kemudian berkunjung untuk memeriksanya. Secara umum Chen dalam kondisi sehat, namun ada indikasi mengalami gangguan paru-paru (emphysema).
“Tubuh Chen sepertinya memiliki kekebalan terhadap bensin, namun ia tetap tidak boleh seperti ini terus. Mungkin bensin bisa mengatasi nyeri untuk sesaat, tapi tidak mengobati penyakit sesungguhnya,” ungkap Prof Fen Hu dari Chongqing Medical University seperti dikutip dari Chinadaily, Minggu (17/7/2011). (detik.com)
Chen Dejun, kakek 71 tahun asal kabupaten Chongqing di wilayah barat daya China ini awalnya cuma mengeluh batuk dan nyeri dada. Tepatnya tahun 1969, ia mencoba resep tradisional untuk mengatasinya yakni dengan minum secangkir kerosin atau minyak tanah.
Awalnya resep itu berhasil meredakan batuk dan menyembuhkan nyeri dada yang dialaminya. Namun celakanya, pria berbadan kurus dan bekerja sebagai pemecah batu ini jadi kecanduan dan selalu merasa tidak enak badan jika sehari saja tidak minum kerosin.
Lama-lama badan Chen tetap merasa tidak enak badan meski sudah minum kerosin, sehingga mulai beralih ke bensin yang harus dibelinya sendiri di kota dengan berjalan kaki naik turun bukit. Sejak itu, rata-rata ia menghabiskan bensin 3 hingga 3,5 kg/bulan.
Istri Chen, Yuan Huibi dan ketiga anaknya sudah berkali-kali mengingatkan untuk berhenti minum bensin. Bukannya berhenti, saran dari keluarga justru membuat Chen marah-marah lalu pergi dari rumah dan menyendiri di rumahnya yang lain sejak 8 tahun yang lalu.
Jika ditanya berapa banyak bensin yang sudah diminum, Chen mengaku tidak ingat persis karena memang tidak pernah menghitungnya. Namun berdasarkan rata-rata bensin yang dikonsumsinya tiap hari, diperkirakan dalam 42 tahun terakhir Chen sudah menghabiskan tak kurang dari 1,5 ton bensin.
Belakangan, kebiasaan aneh Chen sampai juga ke telinga para dokter di Honglou Hospital di pusat kota Chongqing yang kemudian berkunjung untuk memeriksanya. Secara umum Chen dalam kondisi sehat, namun ada indikasi mengalami gangguan paru-paru (emphysema).
“Tubuh Chen sepertinya memiliki kekebalan terhadap bensin, namun ia tetap tidak boleh seperti ini terus. Mungkin bensin bisa mengatasi nyeri untuk sesaat, tapi tidak mengobati penyakit sesungguhnya,” ungkap Prof Fen Hu dari Chongqing Medical University seperti dikutip dari Chinadaily, Minggu (17/7/2011). (detik.com)
Pasangan Ini Menikah 100 Kali selama 29 Tahun
Ilustrasi
Pada 2 Oktober silam, sejoli ini mengucap sumpah pernikahan mereka yang ke-99. Berarti, pasangan ini telah ‘menikah’ sebanyak 100 kali selama 29 tahun pernikahan mereka.
Keduanya bahkan berencana mengukir sejarah baru dengan memasukkan mencatat pernikahan mereka pada Guinness World Record untuk pengucapan sumpah pernikahan terbanyak atas nama mereka sendiri. Keduanya memecahkan rekor tersebut pada tahun 2001 dengan sumpah pernikahan sebanyak 66 kali.
Memperbarui cinta
Sumpah pernikahan, menurut sejoli ini untuk menegaskan kembali janji cinta mereka. “Kami tahu kami ditakdirkan bersama satu sama lain dan ingin terus berbagi sumpah pernikahan. Saya suka memandang mata David saat dia mengucap sumpahnya. Saya tahu bahwa orang ini akan mencintai saya sampai aku meninggal dunia, “ujar Lauren, seperti dikutip Huffington Post.
“Tentu saja, David akan memberitahu Anda bahwa dia melakukannya untuk bulan madu!” katanya berseloroh.
Mengucapkan janji pernikahan agar tetap menyala juga dilakukan pasangan selebritas Gwyneth Paltrow. “Kadang-kadang sulit bersama seseorang dalam waktu lama,” ujar Paltrow mengenai pernikahannya dengan musisi Chris Martin.
“Anda tidak pernah bisa santai atau merasa sombong dan berpikir, ‘Aku memilikinya’. Mengucap janji pernikahan adalah bagian menjaga hubungan agar tak merusak kepercayaan yang diberikan pasangan.”
19.30
Ajang artikel



