Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan

07 Januari 2012

Telur Asin Brebes Yang Menggugah Selera


Tak lengkap rasanya apabila menyebut Brebes tanpa telur asin. Ya, telur asin telah menjadi ikon dan ciri khas kabupaten yang terletak di ujung barat Provinsi Jawa Tengah tersebut. Ratusan pedagang telur asin tersebar di hampir semua wilayah Kabupaten Brebes.

Pusat oleh-oleh tampak berderet di sepanjang jalur pantura, antara lain di wilayah Kecamatan Wanasari, Jalan Pemuda, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Jenderal Sudirman di Kecamatan Brebes. Ratusan ribu, bahkan jutaan, butir telur asin siap menanti kehadiran pembeli, termasuk para pemudik pada arus Lebaran tahun ini.
Keberadaan telur asin di Kabupaten Brebes sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Orang yang dipercaya sebagai salah satu pionir pembuat telur asin di Brebes adalah In Tjiauw Seng dan istrinya, Tan Polan Nio.

Menurut penuturan anak tertua mereka, Hartono Sunaryo (68), In Tjiauw Seng meninggal pada 1971 dan Tan Polan Nio meninggal pada 1991. Menurut dia, ayahnya berjualan telur asin sejak tahun 1950-an. Meskipun demikian, telur tersebut tidak dijual di Brebes, tetapi dipasok ke Jakarta.

Dari empat anak In Tjiauw Seng, hanya dia yang masih berjualan telur asin. Namun, dia tidak memproduksi sendiri, melainkan membeli dari perajin lain. Hartono mengaku terkendala modal untuk memproduksi telur asin. 'Soalnya untuk proses pengasinan saja butuh waktu setengah bulan,' katanya.

Pedagang lain yang dipercaya sebagai pionir pembuat telur asin Brebes adalah Tjoa Kiat Hien dan istrinya, Niati. Usaha telur asin keluarga itu masih berjalan dan diteruskan anak keempat mereka, Tjoa Kiem Tien (55) dengan merek telur asin Tjoa.

Menurut Tjoa Kiem Tien, ibunya mulai berjualan telur asin sekitar tahun 1960. Namun, usaha ibunya mulai dikenal masyarakat sekitar tahun 1965. Seingat dia, saat itu baru ada dua pedagang telur asin di Brebes, yaitu In Tjiauw Seng dan orangtuanya.

'Dahulu jualnya pakai keranjang seperti sangkar burung yang ditaruh di atas meja atau digantung,' katanya. Saat ini, penjualan telur asin sudah jauh lebih berkembang, yaitu dengan menggunakan kemasan kardus yang cantik.

Awalnya, telur asin dibuat untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga. Telur bebek dipilih karena lebih mudah diperoleh apabila dibandingkan telur lain. Ternyata, masakan tersebut juga disukai masyarakat luas sehingga berkembang sebagai komoditas khas Brebes.

Tjoa Kiem Tien mengatakan, saat awal berjualan, pembeli telur asin tidak sebanyak saat ini. Pasalnya, belum banyak masyarakat yang lewat Brebes. Jalan pantura Brebes juga belum selebar saat ini.

Pedagang telur asin lainnya di Brebes mulai bermunculan sekitar tahun 1980 dan semakin marak pada tahun 1997. Telur asin memang menjadi salah satu daya tarik masyarakat luar kota untuk singgah ke Brebes. Setiap Lebaran, komoditas ini selalu habis diserbu pemudik untuk oleh-oleh.

Bagi usaha Tjoa, tahun keemasan telur asin berlangsung sekitar tahun 2007. Saat itu, penjualan telur asin dalam setahun mencapai sekitar 1,3 juta butir. Namun, akibat semakin banyaknya pedagang serta ketatnya persaingan, penjualan telur asin cenderung turun. Untuk menyambut pemudik pada Lebaran tahun ini, ia menyiapkan sekitar 200.000 butir telur asin.

Sumber : http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/telur-asin-brebes-yang-menggugah-selera.html

Cara Membalik Telor Ceplok Dengan Sempurna


Telor ceplok adalah makanan yang sangat sederhana dan cocok dimakan kapan saja, apalagi kalo lagi gak punya duit. Nah masalahnya, apakah kamu bisa bikin telor ceplok yang bagus? Biasanya sih kalo pemula tuh pasti gagal pas berusaha ngebalikin telor ceploknya. Tapi tenang aja! Hari ini MBDC bakal ngasih tahu kamu caranya!

Langkah 1: Siapkan Penggorengan


Saran MBDC sih penggorengannya yang teflon gitu, biar telornya gak nempel-nempel.

Langkah 2: Nyalain Kompor


Ya iyalah, kalo gak dinyalain telornya gak bakal jadi. Gimana sih kamu.

Langkah 3: Tuang Minyak


Kunci utama supaya kamu bisa membalik telor ceplok dari sempurna adalah di minyak. Kamu perlu menuang minyak yang cukup banyak, agar telor tidak menempel di dasar penggorengan. Tapi jangan kebanyakan juga sih. Nanti telornya berkuah minyak. Males juga tuh.

Langkah 4: Pecahkan Telor


Ketika minyak sudah cukup panas, pecahkan telor secara hati-hati. Kalo gak bisa pake satu tangan, gak usah sok-sok pecahin pake satu tangan. Dua tangan lebih aman.
Hmm wangi!

Langkah 4: Biarin Beberapa Saat Sampe Bagian Bawah Telor Lumayan Keras

ceesss cesss!!
Sambil kamu main-mainin dikit pinggir telornya pake sutil, biar bunyi ‘cessh cessh’ gitu. Kayaknya keren aja gitu, keliatannya kamu jago masak.

Langkah 5: Balik Telornya!


Nah, kalo udah, di sinilah tantangan sesungguhnya! Selipkan sutil kamu ke bagian bawah pinggiran telor yang lebih deket ke bagian kuning telornya, kemudian –
Eh eh! Wow! Magic!!
Woow! Telornya terbalik!
Wah, telornya terbalik sempurna!
Nah, kalo udah gini tinggal tunggu telor matang sesuai keinginan kamu aja sih. Kalo masih pengen agak setengah mateng ya jangan lama-lama dimasaknya.
Gimana? Berhasil gak? Biasanya sih awal-awal pasti gagal. Ini emang butuh latihan keras setiap hari sih. Kalo mau gampang ya suruh mbak kamu aja bikinin. Dia pasti lebih jago dari kamu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes