Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Top News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Top News. Tampilkan semua postingan

02 Oktober 2010

Kemenhub: Kecelakaan KA karena Salah Pengoperasian

Kecelakaan antara kereta api (KA) Argo Anggrek tujuan Surabaya dan Senja Utama tujuan Semarang di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, diduga kuat karena kesalahan pengoperasian.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan mengatakan, pihak Kemenhub sudah melakukan berbagai upaya untuk keselamatan transportasi, baik darat dan udara.

Untuk jalur KA, kata Bambang, Kemenhub sudah melakukan perbaikan jalur di sepanjang jalur pantai utara (Pantura) Pulau Jawa.

“Kami selalu melakukan pengecekan jalur pantura. Hampir semua bantalan lintasan kereta sudah kami ganti dengan beton. Beberapa lokasi pun sudah dibuat sistem double track. Seperti di Jakarta-Cirebon, di Tegal sudah ada, juga di beberapa lokasi di Pekalongan, Kroya, dan Yogyakarta,” ujar Bambang saat dihubungi okezone, Sabtu (2/10/2010).

Karena itu, Bambang menduga kuat kecelakaan KA pada Sabtu dini hari itu, lebih disebabkan faktor mengoperasian, baik dari sisi masinis maupun petugas lain.

Meski demikian, Bambang meminta semua pihak menunggu penyelidikan yang akan dilakukan tim dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Bambang menandaskan, operasional perjalanan KA merupakan wewenang PT KA, sementara Kemenhub hanya bertugas sebagai pembuat regulasi. "Tentang keselamatan, sebelum ada kecelakaan ini, Kemenhub sudah ada langkah-langkah dan program. Mulai dari perbaikan sarana dan prasarana, melakukan sertifikasi gerbong KA dan petugas-petugasnya. itu semua sudah dilakukan. Pengoperasian PT KA yang dilakukan," jelas Bambang. (okezone)

Ribuan Orang Warga Mamuju Tonton Kuntilanak Terbang

Ribuan warga Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), geger saat menyaksikan kemunculan kuntilanak yang melayang-layang di atas sebuah rumah di Jalan Macciranae. Pada Jumat (1/10) malam ribuan masyarakat Mamuju tampak memadati Jalan Macciranae Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, untuk dapat menyaksikan lansung munculnya kuntilanak.

Iccang (25) salah seorang warga mengatakan, sudah lima hari ini warga di sekitar Kelurahan Binanga Kecamatan Mamuju digegerkan dengan munculnya kuntilanak. "Setan itu di aksikan warga tiba-tiba terbang kemudian menghilang di atas langit menjelang tengah malam," katanya.

Bambang, warga lainnya, mengatakan bahwa kemunculan kuntilanak tersebut awalnya disaksikan warga dari sebuah rumah kosong yang ditinggal pergi penghuninya di Jalan Maccirannae. "Warga di sekitar Jalan Maccirannae selalu menyaksikan kuntilanak tersebut keluar dari rumah kosong yang terletak di sekitar hutan nipah, mereka menyaksikan kuntilanak tersebut tampak di atas atap di atas pohon kelapa dekat rumah itu," katanya.

Ia mengatakan, warga sebelumnya tidak mempedulikan penampakan kuntilanak tersebut karena menganggapnya sebagai cerita bohong dan ilusi. Namun, kata dia, setelah banyak warga yang mengaku pernah melihat kuntilanak tersebut, maka warga kemudian percaya bahwa kuntilanak itu betul-betul menampakkan diri, kemudian warga lainnya pun antusias bersama-sama ingin menyaksikan penampakan kuntilanak itu.

"Jumat malam ini sekitar pukul 23.00, mahluk itu kembali muncul di langit dan disaksikan ribuan warga yang ada di Jalan Maccirannae, ia muncul berkali-kali dengan cara terbang di udara lalu menghilang, warga melihat ada kain putih yang mengepak-ngepak," katanya.

Menurut dia, sejumlah warga yang pernah melihat setan tersebut, mengaku melihat ada kain putih melayang di udara yang terbang kesana kemari, kemudian menghilang. Ia mengatakan, kemunculan kuntilanak tersebut selalu terjadi sekitar pukul 23.00 wita selama lima hari terkahir ini.

"Tadi ini, saya sendiri melihat dengan jelas, setan itu terbang di atas langit lalu menghilang," katanya. Menurut dia, sejumlah warga sedang mencari paranormal untuk dapat menjinakkan setan tersebut, karena sudah beberapa hari ini menggegerkan warga.

(ant, kompas)

01 Oktober 2010

Kronologi Penyerangan Warga Ahmadiyah Bogor

Inilah Kronologi Penyerangan Warga Ahmadiyah BogorMabes Polri menyatakan terjadi pembakaran masjid Ahmadiyah di Cisalada RT 01/05 Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/10/2010), pukul 19.00 WIB.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Iskandar Hasan, pembakaran dilakukan oleh oleh warga Kampung Pasar Salasa dan warga sekitar.

Iskandar menjelaskan, kronologis diawali adanya dua orang warga Kampung Kebon Kopi diketahui mengalami luka-luka. "Rendi sudah dibwa ke Puskesmas Cibungbulang," ujar Irjen Pol Iskandar Hasan melalui pesan singkat, Sabtu (2/10/2010).

Selanjutnya, warga mendengar isu bahwa pelakunya adalah warga Ahmadiyah Cisalada.

"Terdengar isu bahwa pelakunya warga Ahmadiyah Cisalada," ujar Iskandar.

Akibat isu itu, warga spontan menyerang dengan melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap bangunan milik warga Ahmadiyah Cisalada. Satu mobil, bagian dalam masjid, serta empat rumah milik Ahmadiyah hangus terbakar.

Meski telah menghanguskan sejumlah bangunan, massa masih berkerumun di depan jalan masuk menuju lokasi kejadian.

Mengetahui kejadian ini, 250 personil berasal dari Dalmas, Polsek, Brimob gabungan dibantu sejumlah anggota TNI telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengamanan.

"Dipimpin langsung Kapolres Bogor (AKBP Tomex Kurniawan)," jelasnya.

Untuk menghindari aksi amuk massa, petugas kepolisian mengevakuasi dan melokalisir warga Ahmadiyah ke tempat aman.

(tribun)

Mayat Bergelimpangan di Antara Gerbong Ringsek

Mayat Bergelimpangan di Antara Gerbong RingsekSituasi terkini kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KA Senja Utama dilaporkan dipenuhi oleh korban jiwa yang berjatuhan. orban-korban tersebut kini berada dalam kondisi mengenaskan.

Kurangnya petugas evakuasi ditambah gelapnya keadaan lokasi kecelakaan, membuat suasana di sekitar TKP mencekam. Jerit rintihan korban yang meminta tolong, terdengar di mana-mana. Potongan tubuh manusia juga terlihat berserakan.

Seorang penumpang KA Senja Utama yang selamat, Anwar Riksono menuturkan, kondisi mencengangkan terlihat di mana-mana.

"Banyak mayat yang menyantol di antara puing-puing kereta. Kondisi gelap dan petugas evakuasi kurang. Ambulance telat datang," ujarnya, Sabtu (2/10/2010).

Untuk evakuasi, sejumlah penumpang KA Senja Utama dilarikan ke Rumah Sakit Santa Maria, Pemalang. Dari rumah sakit tersebut, hingga kini telah dilaporkan lima orang meninggal dalam perawatan. Sebagian korban juga dievakuasi di Rumah Sakit Islam Pemalang.



Nama Korban Luka Sementara di RS Santa Maria

1. Ade Suherman (34) asal Subang
2. Sukarman (57) asal Purwosari, Semarang
3. Novia Indrawati (27) Asal Purwosari Semarang
4. Sri Muryati (39) Asal Karang Ayar
5. R Bachtiar (31) Asal Batusari, Demak
6. M Tantowi (50) Kembang Sari, Semarang
7.Sunaryo
8.Riski Rahim
9.Halimi
10. Sugianto
11. Agung Yulianti
12. Bayu S
13. Sri Suryati
14. Ismail Anwar

Korban luka umumnya mengalami patah tulang. (sumber: Anwar Riksono, penumpang KA Senja Utama yang selamat)




30 September 2010

Gerakan 30 September Tak Akan Terungkap!

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak akan pernah terungkap secara utuh karena seluruh tokoh kunci gerakan tersebut sudah meninggal dunia, kata sejarawan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Budiawan.

"Rangkaian kejadiannya memang dapat terlacak, tetapi siapa yang sesungguhnya menjadi dalang gerakan tersebut tidak akan pernah diketahui karena sudah tidak ada tokoh kunci gerakan tersebut yang masih hidup," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Selain itu, menurut dia versi-versi sejarah tentang Gerakan 30 September yang diungkapkan para ahli hanya mengungkapkan secara sepotong-sepotong dan sebagian besar tidak melalui metodologi penelitian baku.

"Versi tunggal yang digunakan oleh rezim Orde Baru ternyata juga tidak sepenuhnya benar, cenderung mendramatisasi fakta, bahkan berbagai pihak menganggap versi Soeharto dongeng belaka," katanya.

Selain itu, ia mengatakan diskriminasi yang dialami oleh mantan tahanan politik Orde Baru telah mengakibatkan beban psikologis kepada para mantan tahanan politik tersebut.

"Setelah mereka dibebaskan tidak serta merta mereka mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya karena pada kenyataannya mendapat stigma sangat buruk dari kalangan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan diskriminasi tersebut tidak hanya datang dari negara dan masyarakat, bahkan para mantan tahanan politik Orde Baru mendapat diskriminasi dari saudara mereka.

"Situasi yang mengondisikan para mantan tahanan politik tersebut menjadi pihak yang serba salah. Orde Baru berperan besar dalam menciptakan diskriminasi tersebut," katanya.

Menurut dia, aparatur negara tidak merasa mendiskriminasikan para mantan tahanan politik karena merasa memiliki payung hukum yang sah untuk menempatkan para mantan tahanan politik sebagai warga yang patut dibedakan.

"Oleh karena itu sampai saat ini para mantan tahanan politik tersebut masih menyimpan trauma dan menanggung beban psikologis yang sangat berat," katanya.

(ant/kompas)

Ini Dia 2 Surat Pembom Kalimalang




Polisi hingga kini belum mengetahui apa motif pelaku untuk meledakkan bingkisan yang diduga berisi bom. Namun polisi mengamankan dua pucuk surat yang ditemukan di lokasi ledakan.

Dalam tulisan dengan tinta hitam tersebut, sang penulis ingin menekankan bahwa bom itu memiliki tujuan tertentu. Namun polisi mengaku masih menyelidiki surat tersebut.

Berikut dua pucuk surat yang ditemukan polisi di lokasi kejadian, Kamis (30/9/2010):

“Bom shahid ini adalah untuk kalian semua orang-orang kafir kalian akan kami kejar walaupun kalian lari ke awan. Kematian itu pasti Mujahidin masih hidup di Indonesia”

“Bom ini adalah pembalasan pada kalian sekutu-sekutu setan yang membunuh, menghukum mati, dan menahan mujahidin. Kami siap mati untuk agama yang mulia ini.”

Sebelumnya, benda yang diduga bom rakitan meledak di Kalimalang, Bekasi pagi tadi sekira pukul 09.00 WIB. Pria yang membawa kardus berisi benda mencurigakan itu ikut menjadi korban, meski tidak sampai tewas di tempat.(okezone)

Ditemukan, Planet Mirip Bumi yang Layak Huni

Hasil pengamatan observatorium MW Keck di Hawaii, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang paling mirip dengan Bumi. Planet itulah kemungkinan bisa dihuni manusia.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk, 29 September 2010, sebuah tim 'pemburu planet' menamai planet yang paling mirip dengan Bumi itu dengan nama Gliese 581g.

Planet yang ukurannya hampir sama dengan Bumi itu mengorbit dan berada di tengah 'zona huni perbintangan'. Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet itu.

Ini akan menjadi planet paling mirip Bumi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Ini juga merupakan planet pertama yang paling berpotensi dihuni manusia.

"Temuan kami ini sangat menarik dan menawarkan kemungkinan bahwa planet ini berpotensi untuk dihuni," kata Profesor Steven Vogt di University of California.

Sebelumnya, Badan Antariksa AS (NASA) juga menemukan planet mirip bumi, Kepler 9.

Gliese 581g ditemukan berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakan teknik tercanggih yang dikombinasikan dengan teleskop 'kuno'.

Yang paling menarik dari dua planet Gliese 581g adalah, dia memiliki massa tiga sampai empat kali dari Bumi dan periode orbit hanya di bawah 37 hari. Volume massa itu menunjukkan bahwa planet itu kemungkinan merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukkan bahwa planet itu memiliki gravitasi yang cukup.

Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet ini, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus-menerus di siang hari. Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus-menerus.

Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan planet ini antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celsius. Suhunya akan sangat terik saat posisinya menghadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap.

Menurut Profesor Vogt, gravitasi di permukaan planet itu hampir sama atau sedikit lebih tinggi dari Bumi, sehingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini.

"Faktanya, kami mampu mendeteksi planet ini begitu cepat dan sangat dekat. Ini memiliki arti bahwa planet seperti ini benar-benar berciri umum, seperti Bumi," jelasnya.

Prof Vogt dan Paul Butler, dari Carnegie Institution di Washington, mengatakan temuan-temuan baru tim itu dilaporkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan dalam Jurnal Astrophysical. (kd)



• VIVAnews

Kesepakatan Damai di Tarakan Tercapai

Pertemuan Gubernur Kalimantan Timur dan rombongan dengan dua kelompok massa yang bertikai akhirnya dicapai kesepakatan damai.

Gubernur Kaltim Awang Faroek yang menjadi mediator pertemuan di ruang VIP Bandara Juwata, Rabu 29 September malam, dalam keterangan kepada pers mempersilakan kedua pihak untuk menyampaikan hasil kesepakatan.

Hasil kesepakatan itu dibacakan secara bergantian oleh dua kelompok dari Tidung dan Sulawesi Selatan.

”Kami bersepakatan untuk menghentikan aksi dan sepakat untuk berdamai,” ucap Sabirin Sanyong dari kelompok Tidung dan Yancong mewakili Sulawesi Selatan, Rabu 29 September malam.

Hasil kesepakatan ini juga akan disosialisasikan ke kedua kelompok dan pihak Muspida yang hadir dalam pertemuan itu. “Kita akan sosialisasikan hasil kesepakatan ini kepada masing-masing kelompok,” sambung Yancong.

Selain itu, kesepakatan ini juga meminta kepada pihak massa untuk meletakkan senjata. Jika tidak, akan dilakukan tindakan hukum dalam 24 jam ke depan dan massa juga diminta untuk membubarkan diri.

Sementara pihak Muspida Kaltim gubernur, Panglima, Ketua DPRD Kaltim, Wali Kota berkunjung ke pengungsian, salah satunya di Polres Tarakan.

Pantauan di lokasi, pagi ini kondisi tampak normal. Jalan-jalan dipenuhi oleh aktivitas warga dan sudah tidak terlihat konsentrasi massa. Sejumlah toko yang kemarin sempat tutup pun kini telah dibuka.
Foto-foto Perdamaian Konflik Tarakan - Tarakan_Damai11.jpg

DAMAI - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak berfoto bersama perwakilan dua kelompok yang bertikai di ruangan rapat VIP Bandara Internasional Juwata Tarakan, Rabu (29/9/2010) malam.

Foto-foto Perdamaian Konflik Tarakan - Tarakan_Damai21.jpg

TANDA TANGAN- Penandatangan kesepakatan damai antara kedua belah pihak yang difasilitasi Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak di ruangan rapat VIP Bandara Internasional Juwata Tarakan, Rabu (29/9/2010) malam.

Foto-foto Perdamaian Konflik Tarakan - Tarakan_Damai31.jpg

PEGANG TANGAN - Kedua kubu yang bertikai saling mengangkat tangan tanda ditemuinya kesepakatan perdamaian, Rabu (29/9/2010) malam.


foto: TRIBUN KALTIM/NIKO RURU

29 September 2010

Foto-foto Bentrok Berdarah di PN Jaksel

Kerusuhan antara kelompok pemuda terjadi jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Rabu (29/9/2010). Akibat kejadian tersebut tiga orang tewas, dan beberapa lainnya luka tembak dan sabetan senjata tajam.

Kerusuhan terjadi terkait persidangan di PN Jakarta Selatan, yang menyidangkan kasus Perkelahian di cafe blowfish. Keuda kelompok diyakini adalah dua kubu yang sevelumnya bertikai di cafe Blowfish yakni kelompok Ambon dan Flores.

Berikut foto-foto yang diabadikan fotografer Tribunnews.com, Bian Harnansa dari lokasi kejadian saat bentrok terjadi. Tampak korban tewas teronggok di jalanan.






Foto-foto Bentrok Berdarah di PN Jaksel - Rusuh_Blowfish1.jpg


TEWAS - Mayat korban tewas teronggok di jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan dekan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010) siang.

Foto-foto Bentrok Berdarah di PN Jaksel - Rusuh_Blowfish2.jpg


TEWAS - Mayat korban tewas teronggok di jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan dekan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010) siang.

Foto-foto Bentrok Berdarah di PN Jaksel - Rusuh_Blowfish3.jpg


LUKA _ Korban luka dipapah saat terjadi bentrok massa di jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan dekan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010) siang.

Foto-foto Bentrok Berdarah di PN Jaksel - rusuh1.JPG


RUSUH - Kerusuhan antara kelompok pemuda terjadi di Jalan Ampera Raya, depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010) siang.

Foto-foto Bentrok Berdarah di PN Jaksel - Rusuh_Blowfish5.jpg


BENTROK - KEdua kubu berhadap-hadapan langsung dalam bentrokan di jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan dekan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010) siang.


sumber: tribunnews.com






Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir Kerusuhan Tarakan

Situasi di Tarakan, Kalimantan Timur, hingga Rabu (29/9/2010) hari ini masih mencekam. Kerumunan warga masih yang berasal dari dua kelompok yang bertikai masih terlihat di sejumlah lokasi.

Menyusul bentrok yang terjadi dalam dua hari terakhir, pengamanan di kota Tarakan diperketat. Aparat Brimob Polda Kaltim dan Yonif 613 tampak bersiaga di sejumlah lokasi, termasuk di objek-objek vital dan fasilitas publik.

Seperti diketahui, Selasa (28/9/2010) sekitar pukul 22.00 WIB, konflik antarkelompok kembali pecah. Seorang warga tewas dan tiga lainnya luka parah setelah terlibat bentrok di simpang jalan Grand Tarakan Mall.

Korban luka langsung dibawa ke RSAL Tarakan, sementara korban tewas dibawa ke RSUD Tarakan.
Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir di Tarakan (1) - Situasi_Terakhir_Tarakan1.jpg

Ratusan personel Brimob Polda Kaltim berjaga-jaga di salah satu sudut Kota Tarakan. Seluruh kantor pemerintah dan swasta di Tarakan saat ini tutup.

Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir di Tarakan (1) - Situasi_Terakhir_Tarakan2.jpg

Ratusan warga terpaksa mengungsi ke Polresta Tarakan menyusul bentrok yang kembali pecah Selasa malam tadi.

Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir di Tarakan (1) - Situasi_Terakhir_Tarakan3.jpg

Seorang warga tewas setelah terlibat bentrok malam tadi di simpang jalan Grand Tarakan Permai. Jumlah warga tewas hingga saat ini sudah dua orang.

Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir di Tarakan (1) - Situasi_Terakhir_Tarakan4.jpg

Seorang warga mendapat perawatan di rumah sakit setempat setelah terlibat bentrok dengan kelompok massa yang lain.

Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir di Tarakan (1) - Situasi_Terakhir_Tarakan6.jpg

Ratusan personel Yonif 613 Raja Alam berjaga-jaga di depan Polresta Tarakan menyusul terjadinya pembakaran rumah di dekat markas Polresta Tarakan malam tadi.

Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir di Tarakan (2) - Suasana_di_Tarakan1.jpg

Warga mengungsi ke Markas Yonif 613 Raja Alam. Konflik antarkelompok sejak Minggu kemarin memaksa ribuan warga mengungsi.

Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir di Tarakan (2) - Suasana_di_Tarakan2.jpg

Ratusan personel dari Yonif 613 kembali diterjunkan untuk memperkuat pengamanan di kota Tarakan menyusul konflik yang menewaskan 5 orang warga.

Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir di Tarakan (2) - Suasana_di_tarakan6.jpg


Personel Yonif 613 Raja Alam dan Brimob Polda Kaltim tiba di lokasi konflik yang melibatkan dua kelompok warga.

Foto-foto Eksklusif Situasi Terakhir di Tarakan (2) - Suasana_di_tarakan3.jpg


Ratusan personel dari TNI AU ikut diterjunkan ke Tarakan untuk menambah kekuatan pengamanan



Source : Tribun Kaltim

Kronologis Lengkap Bentrokan Tarakan

Mabes Polri merilis kronologis bentrokan di Tarakan, Kalimantan Timur. Hingga saat ini kota Tarakan masih mencekam dimana massa berkumpul di Gran Tarakan Mal di Jalan Gajah Mada dan Jalan Agus Salim.

Berikut kronologis bentrok Tarakan yang dimuat dalam akun twitter dan facebook Divisi Humas Polri, Selasa, (28/9/2010) malam

Peristiwa Kerusuhan

Pada tanggal 26 September 2010 sekitar jam 22.30 WITA. Telah terjadi perkelahian antar sekelompok warga dari suku Bugis dan Suku Tidung di Kampung Juata Permai Tarakan Kalimantan Timur. Akibat perkelahian tersebut satu orang tewas.

Kronologis kejadian

1. Minggu, 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA.

Pada saat Abdul Rahmansyah, warga Kelurahan Juanta Permai sedang melintas di Perum Korpri Jalan Seranai III, Juata Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, secara tiba-tiba dikeroyok 5 (lima) orang tidak dikenal, sehingga Abdul mengalami luka-luka ditelapak tangan. Selanjutnya Abdul pulang ke rumah untuk meminta pertolongan dan diantar pihak keluarga ke RSU Tarakan untuk berobat.

2. Senin 27 September 2010

Sekitar pukul 00.30 WITA, ABDULLAH (56), warga Kelurahan Juata Permai, orang tua Abdul Rahmansyah beserta 6 (enam) orang yang merupakan keluarga dari Suku Tidung berusaha mencari para pelaku pengroyokan dengan membawa senjata tajam berupa mandau, parang dan tombak. Mereka mendatangi sebuah rumah yang diduga sebagai rumah tingga salah seorang dari pengroyok di Perum Korpri Jalan Seranai III, Juata, Tarakan Utara Kota Tarakan.

Penghuni rumah yang mengetahui bahwa rumahnya akan diserang segera mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa badik dan parang. Kemudian terjadilah perkelahian antara kelompok Sdr Abdullah (warga Suku Tidung) dengan penghuni rumah tersebut (kebetulan warga Suku Bugis Latta). Akibatnya Sdr Abdullah meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam.

Pada pukul 01.00 WITA, di Perum Korpri Jalan Seranai III, Tarakan Utara, Kota Tarakan terjadi penyerangan yang dilakukan sekitar 50 orang (warga Suku Tidung) yang bersenjatakan mandau, parang dan tombak. Terjadi pengrusakan terhadap rumah milik Noodin, warga suku Bugis Letta), warga Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 05.30 WITA terjadi lagi aksi pembakaran terhadap rumah milik Sarifudin, warga Suku Bugis Latta, warga Perum Korpri Jalan Seranai RT 20 Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 06.00 WITA, sekitar 50 orang (warga Suku Tidung) mencari Asnah warga suku Bugis Latta, namun berhasil diamankan anggota Brimob. Pada pukul 10.00 WITA, massa kembali mendatangi rumah tinggal Noodin dan langsung membakarnya.

Pada pukul 11.00 WITA, massa kembali melakukan pengrusakan terhadap 4 (empat) sepeda motor yang berada dirumah Noodin. Pada pukul 14.30 WITA, korban meninggal Abdullah dimakamkan di Gunung Daeng Kelurahan Sebengkok Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan.

Pada pukul 18.00 WITA, terjadi pengeroyokan terhadap Samsul Tani warga suku Bugis, yang tinggal di Memburungan RT 15 Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, oleh orang tidak dikenal.

Pukul 18.00 WITA, personil gabungan dari Polres Tarakan (Sat Intelkam, Sat Reskrim dan Sat Samapta) diperbantukan untuk mengamankan TKP. Pada pukul 20.30 WITA s/d 22.30 WITA bertempat di Kantor Camat tarakan Utara berlangsung pertemuan yang dihadiri untur Pemda setempat seperti Walikota Tarakan, Sekda Kota Tarakan, Dandim Tarakan, Dirintelkam Polda Kaltim, Dansat Brimob Polda Kaltim, Wadir Reskrim Polda Kaltim serta perwakilan dari Suku Bugis dan Suku Tidung.

28 September 2010

Ini Dia Penyebap Perut Buncit

Inilah Sumber Perut BuncitLemak perut, sebenarnya semua orang punya ini. Tapi pada beberapa orang, menghilangkan tumpukan lemak perut harus dilakukan dengan perjuangan yang berat. Bahkan setelah rutin berolahraga, tumpukan lemak itu masih juga belum mau pergi.

Jika ini yang kita alami, coba cek apakah keempat penyebab lemak perut ini masih berada di sekitar kita? Sebab jika iya, jangan pikir panjang. Yuk, mari hindari.

Penyebab 1 : Makanan pengundang lemak.

Percayalah bahwa setiap makanan yang masuk ke dalam mulut, akan berbanding lurus dengan intensitas olahraga yang harus kita lakukan. Jadi jika kita masih kebingungan mengapa perut buncit tak mau hilang, coba perhatikan berapa banyak gula yang kita konsumsi.

Dan ketika berbicara mengenai gula, jenisnya banyak sekali. Mulai dari gula murni, gula refinerasi, hingga gula-gula yang ada dalam makanan atau minuman kita.

Untuk menghindarinya, kita perlu menganti semua itu dengan makanan yang lebih crunchy.Selain gula ada juga makanan yang terbuat dari tepung, seperti roti, mie, hingga nasi. Makanan-makanan ini memproduksi gas ketika masuk ke dalam usus besar. Inilah yang kemudian membuat perut kita terasa lebih buncit.

Plus makanan-makanan tersebut memang tinggi karbohidrat, lagi-lagi akan diubah menjadi glukosa atau gula ketika masuk ke dalam tubuh. Apabila kita tidak melengkapi dengan olahraga, maka proses pemecahan glukosa akan melambat yang kemudian disimpan menjadi lemak dalam otot.

Penyebab 2 : Minuman berkarbonasi.

Minuman berkarbonasi adalah minuman yang mengandung karbon dioksida. Gas ini ketika masuk ke dalam perut akan memperlambat proses pencernaan makanan sehingga menumpuk menjadi lemak.

Penyebab 3: Tidak pernah melakukan olahraga angkat beban.

University of Pennsylvania mengamati 164 responden perempuan. Berdasarkan intensitas mereka melakukan olahraga angkat beban disimpulkan, responden yang  2 kali seminggu melakukan latihan angkat beban selama 1 jam, mengalami penyusutan lemak perut hingga 15 persen dibanding yang tidak latihan angkat beban sama sekali. Tak hanya itu, mereka yang latihan angkat beban juga berhasil mengurangi total lemak dalam tubuh sebanyak 4 persen.

Penyebab 4
: Melakukan sit up yang salah.

Sebenarnya sit up yang standar saja, jika kita melakukannya dengan benar akan memberikan manfaat yang besar terhadap pengikisan lemak-lemak di perut. Saat mengangkat kepala ke atas, pastikan punggung dan pudak kita bergerak dalam satu gerakan lurus. Angkat kepala sejauh yang kita mampu dan rasakan perut berkontraksi.

Ingat, jangan mengangkat kepala dengan tangan. Tapi dorong pundak ke atas dan letakkan kedua tangan di belakang kuping. Tahan beberapa menit, lalu kembali ke posisi berbaring secara perlahan-lahan agar tidak terjadi cedera.

Ayo perbaiki pola makan dan olahraga kita, jangan biarkan lemak perut menumpuk terlalu lama.

Konflik Tarakan, Satu Warga Tewas dan Tiga Luka Parah

Lagi! Satu Warga Tewas dan Tiga Luka ParahKonflik yang melibatkan dua kelompok di Tarakan kembali pecah, Selasa (28/9/2010) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibatnya, seorang warga tewas, sementara tiga warga lainnya mengalami luka serius. Korban tewas kini berada di RSUD Tarakan. Situasi di Tarakan kini makin mencekam.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun di lokasi kejadian, bentrok antarkelompok tersebut terjadi di simpang jalan Grand Tarakan Mall. Dua kelompok massa saling berhadap-hadapan menggunakan senjata tajam berupa samurai, parang, dan badik.

Peristiwa menegangkan itu mengakibatkan seorang pemuda tewas terkena senjata tajam, sementara tiga pemuda lainnya mengalami luka serius di tubuhnya. Tangan seorang korban bahkan putus akibat terkena sabetan samurai.

Tiga pria yang terluka langsung dibawa ke RS Angkatan Laut Tarakan, sementara korban tewas dibawa ke RSUD Tarakan. Belum diketahui identitas korban tewas, begitupun dengan korban luka.

Personel Brimob Polda Kaltim langsung mengamankan lokasi kejadian. Situasi di Tarakan saat ini dapat digambarkan benar-benar mencekam. Sesaat sebelumnya, sekitar pukul 18.00 WIB, sebuah rumah yang berada tak jauh dari Polresta Tarakan dibakar massa.

Petugas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi kebaran tak berani  memadamkan api karena mendapat ancaman dari sekelompok orang. Api pun dibiarkan membumbung tinggi hingga menghanguskan rumah salah satu kelompok warga.

(tribun)

Wakapolres Buol & Puluhan Polisi Terbukti Bersalah

Hasil investigasi bentrokan di Buol, Sulawesi Tengah, yang mengakibatkan tujuh warga sipil tewas tertembak langsung ditindaklanjuti dengan tindakan hukum terhadap aparat yang terbukti bersalah.

Dalam kaitan ini, tim pemeriksa telah menetapkan Wakapolres Buol Kompol M Ali Hadinur menjadi terperiksa karena melanggar Pasal 3 huruf (g) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 dan Pasal 7 ayat (1) Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2003 Perihal tidak melaksanakan perintah pimpinan (Kapolres Buol).

Kompol M Ali bakal mendapatkan sanksi karena dianggap bersalah dalam kasus penembakan yang dilakukan Briptu Amirullah terhadap warga sipil.

Tim Propam Mabes Polri juga telah menaikan status Dankie Satbrimob Polda Sulteng AKP Nugroho Tri Nuryanto menjadi terperiksa karena melanggar Pasal 3 huruf (f) dan (g) dan Pasal 4 huruf (i) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 Perihal tidak melaksanakan wasdal terhadap anggota dan tidak mematuhi perintah atasan yang lebih tinggi di lapangan.

Dalam rilisnya di situs resmi Mabes Polri, Selasa (28/9/2010), tim Propam Mabes Polri mengelompokkan tindakan hukum dalam insiden Buol menjadi empat ketegori.

Yaitu dalam kasus gantung diri Kashmir Timumum di Mapolsek Biau, kasus penyerangan Mapolsek Biau, kasus penembakan yang dilakukan Briptu Amirullah, dan kasus pembakaran Mapolsek dan asrama Polri Momuna serta perusakan asrama maupun penjarahan rumah anggota Polri.

Disebutkan dalam kasus gantung diri Kashmir Timumun, sebanyak 32 anggota Polri diperiksa dan 19 di antaranya sudah dinaikkan statusnya menjadi terperiksa.

Mereka dinyatakan melanggar Pasal 3 huruf (g) dan Pasal 4 huruf (l) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 Perihal melakukan penahanan terhadap tersangka tanpa dilengkapi Surat Perintah Penahanan (SPP), tidak memeriksa kondisi kesehatan tersangka sebelum dilakukan penahanan dan tidak melakukan pengawasan serta pengendalian.

Melanggar Pasal 3 huruf (g) dan Pasal 4 huruf (f) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 Perihal melakukan penahanan terhadap tersangka tanpa dilengkapi Surat Perintah Penahanan (SPP), tidak memeriksa kondisi kesehatan tersangka sebelum dilakukan penahanan dan melaksanakan kegiatan patroli tanpa dilengkapi surat perintah.

Serta melanggar Pasal 3 huruf (g) dan Pasal 4 huruf (d) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2003 Perihal tidak memeriksa kondisi kesehatan tersangka sebelum dilakukan penahanan dan tidak membuat berita acara serah terima tersangka atas nama Kasmir Y Timumum.

Sementara dalam kasus penyerangan Mapolsek Biau, berkait dengan meninggalnya 7 warga sipil dan 21 korban luka tembak lainnya, maka dari 24 anggota Polri yang diperiksa, terhadap AKP Nugroho Tri Nuryanto, Dankie Satbrimob Polda Sulteng telah dinaikkan statusnya menjadi terperiksa.

Sedangkan dalam kasus penembakan yang dilakukan Briptu Amirullah, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi korban atas nama Ikhsan Mangge bin Syamsudin dan 10 anggota Polri (saksi), serta analisis terhadap barang bukti senpi, maka dua anggota Polri telah ditetapkan sebagai terperiksa yaitu Wakapolres Buol Kompol M Ali Hadinur dan Briptu Amirullah.

Briptu Amirullah dianggap melanggar Pasal 3 huruf (g) dan Pasal 4 huruf (f) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 Perihal tidak melaksanakan perintah pimpinan dan membawa senpi dengan dengan berpakaian preman.

Adapun dalam kasus pembakaran Mapolsek dan asrama Polri Momuna serta perusakan asrama maupun penjarahan rumah anggota Polri, masih dalam proses penyelidikan.(okezone)

Wakapolres Buol & Puluhan Polisi Terbukti Bersalah

Hasil investigasi bentrokan di Buol, Sulawesi Tengah, yang mengakibatkan tujuh warga sipil tewas tertembak langsung ditindaklanjuti dengan tindakan hukum terhadap aparat yang terbukti bersalah.

Dalam kaitan ini, tim pemeriksa telah menetapkan Wakapolres Buol Kompol M Ali Hadinur menjadi terperiksa karena melanggar Pasal 3 huruf (g) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 dan Pasal 7 ayat (1) Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2003 Perihal tidak melaksanakan perintah pimpinan (Kapolres Buol).

Kompol M Ali bakal mendapatkan sanksi karena dianggap bersalah dalam kasus penembakan yang dilakukan Briptu Amirullah terhadap warga sipil.

Tim Propam Mabes Polri juga telah menaikan status Dankie Satbrimob Polda Sulteng AKP Nugroho Tri Nuryanto menjadi terperiksa karena melanggar Pasal 3 huruf (f) dan (g) dan Pasal 4 huruf (i) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 Perihal tidak melaksanakan wasdal terhadap anggota dan tidak mematuhi perintah atasan yang lebih tinggi di lapangan.

Dalam rilisnya di situs resmi Mabes Polri, Selasa (28/9/2010), tim Propam Mabes Polri mengelompokkan tindakan hukum dalam insiden Buol menjadi empat ketegori.

Yaitu dalam kasus gantung diri Kashmir Timumum di Mapolsek Biau, kasus penyerangan Mapolsek Biau, kasus penembakan yang dilakukan Briptu Amirullah, dan kasus pembakaran Mapolsek dan asrama Polri Momuna serta perusakan asrama maupun penjarahan rumah anggota Polri.

Disebutkan dalam kasus gantung diri Kashmir Timumun, sebanyak 32 anggota Polri diperiksa dan 19 di antaranya sudah dinaikkan statusnya menjadi terperiksa.

Mereka dinyatakan melanggar Pasal 3 huruf (g) dan Pasal 4 huruf (l) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 Perihal melakukan penahanan terhadap tersangka tanpa dilengkapi Surat Perintah Penahanan (SPP), tidak memeriksa kondisi kesehatan tersangka sebelum dilakukan penahanan dan tidak melakukan pengawasan serta pengendalian.

Melanggar Pasal 3 huruf (g) dan Pasal 4 huruf (f) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 Perihal melakukan penahanan terhadap tersangka tanpa dilengkapi Surat Perintah Penahanan (SPP), tidak memeriksa kondisi kesehatan tersangka sebelum dilakukan penahanan dan melaksanakan kegiatan patroli tanpa dilengkapi surat perintah.

Serta melanggar Pasal 3 huruf (g) dan Pasal 4 huruf (d) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2003 Perihal tidak memeriksa kondisi kesehatan tersangka sebelum dilakukan penahanan dan tidak membuat berita acara serah terima tersangka atas nama Kasmir Y Timumum.

Sementara dalam kasus penyerangan Mapolsek Biau, berkait dengan meninggalnya 7 warga sipil dan 21 korban luka tembak lainnya, maka dari 24 anggota Polri yang diperiksa, terhadap AKP Nugroho Tri Nuryanto, Dankie Satbrimob Polda Sulteng telah dinaikkan statusnya menjadi terperiksa.

Sedangkan dalam kasus penembakan yang dilakukan Briptu Amirullah, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi korban atas nama Ikhsan Mangge bin Syamsudin dan 10 anggota Polri (saksi), serta analisis terhadap barang bukti senpi, maka dua anggota Polri telah ditetapkan sebagai terperiksa yaitu Wakapolres Buol Kompol M Ali Hadinur dan Briptu Amirullah.

Briptu Amirullah dianggap melanggar Pasal 3 huruf (g) dan Pasal 4 huruf (f) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 Perihal tidak melaksanakan perintah pimpinan dan membawa senpi dengan dengan berpakaian preman.

Adapun dalam kasus pembakaran Mapolsek dan asrama Polri Momuna serta perusakan asrama maupun penjarahan rumah anggota Polri, masih dalam proses penyelidikan.(okezone)

Bekuk Orang Saat Salat, Densus 88 Bisa Langgar HAM

Densus 88 Polri harus berpikir seribu kali jika ingin menembak teroris yang sedang beribadah (salat). Bukannya memberantas teroris, Densus 88 malah menyulutkan radikalisme.

Densus 88 bisa dinilai telah menodai kesucian rumah ibadah. Sebab, dalam ajaran agama tidak dibenarkan tindakan kekerasan saat beribadah.

Menurut Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq, Densus 88 Polri perlu diingatkan. Sekalipun seorang teoris yang mengancam negara, hak mereka dalam beragama dijamin dan dilindungi

"Orang yang tengah menjalani kegiatan beribadah seharusnya dilindungi dan dijaga haknya," kata Ketua DPP PKS, Mahfudz Siddiq k, Jakarta, Selasa (28/9).

Sebagaimana diberitakan, Densus 88 diduga menembak Khairul Ghazali, seorang yang diduga terlibat tindak terorisme di Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (19/9).

Khairul Ghazali, warga Bunga Tanjung, Datuk Bandara Timur, Tanjung Balai, yang diduga teroris itu, konon ditembaki pada saat tengah melaksanakan ibadah salat.

Sedangkan menurut Anggota Komsi III DPR Ahmad Yani menilai, tindakan Densus 88 menakap orang yang diduga teroris dengan menembak pada saat tengah melaksanakan salat melanggar HAM dan terlau over acting .

"Tindakan Densus itu over acting dan cenderung melanggar HAM," ujar Yani.

Menurut politisi PPP itu penangkapan yang terlalu mengandalkan cara-cara kekerasan dan tidak melihat situasi cenderung hanya akan melahirkan masalah baru. "Andaikan dia teroris, memangnya orang salat berapa lama? Apakah Densus tidak bisa menunggu sampai dia selesai salat?" katanya.

Yani juga mengeluhkan hal yang sama saat Densus menangkap Abu Bakar Baasyir dengan cara memecahkan kaca mobilnya. "Itu sudah over. Sudah banyak yang protes," tegasnya.

"Makanya Densus harus dievaluasi. Buat SOP yang jelas. Bukan berarti dia bisa lakukan semaunya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 diduga menembak Khairul Ghazali, seorang yang diduga terlibat tindak terorisme di Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (19/9). Khairul Ghazali, warga Bunga Tanjung, Datuk Bandara Timur, Tanjung Balai, yang diduga teroris itu, konon ditembaki pada saat tengah melaksanakan ibadah salat.

Bekuk Orang Saat Salat, Densus 88 Bisa Langgar HAM

Densus 88 Polri harus berpikir seribu kali jika ingin menembak teroris yang sedang beribadah (salat). Bukannya memberantas teroris, Densus 88 malah menyulutkan radikalisme.

Densus 88 bisa dinilai telah menodai kesucian rumah ibadah. Sebab, dalam ajaran agama tidak dibenarkan tindakan kekerasan saat beribadah.

Menurut Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq, Densus 88 Polri perlu diingatkan. Sekalipun seorang teoris yang mengancam negara, hak mereka dalam beragama dijamin dan dilindungi

"Orang yang tengah menjalani kegiatan beribadah seharusnya dilindungi dan dijaga haknya," kata Ketua DPP PKS, Mahfudz Siddiq k, Jakarta, Selasa (28/9).

Sebagaimana diberitakan, Densus 88 diduga menembak Khairul Ghazali, seorang yang diduga terlibat tindak terorisme di Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (19/9).

Khairul Ghazali, warga Bunga Tanjung, Datuk Bandara Timur, Tanjung Balai, yang diduga teroris itu, konon ditembaki pada saat tengah melaksanakan ibadah salat.

Sedangkan menurut Anggota Komsi III DPR Ahmad Yani menilai, tindakan Densus 88 menakap orang yang diduga teroris dengan menembak pada saat tengah melaksanakan salat melanggar HAM dan terlau over acting .

"Tindakan Densus itu over acting dan cenderung melanggar HAM," ujar Yani.

Menurut politisi PPP itu penangkapan yang terlalu mengandalkan cara-cara kekerasan dan tidak melihat situasi cenderung hanya akan melahirkan masalah baru. "Andaikan dia teroris, memangnya orang salat berapa lama? Apakah Densus tidak bisa menunggu sampai dia selesai salat?" katanya.

Yani juga mengeluhkan hal yang sama saat Densus menangkap Abu Bakar Baasyir dengan cara memecahkan kaca mobilnya. "Itu sudah over. Sudah banyak yang protes," tegasnya.

"Makanya Densus harus dievaluasi. Buat SOP yang jelas. Bukan berarti dia bisa lakukan semaunya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 diduga menembak Khairul Ghazali, seorang yang diduga terlibat tindak terorisme di Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (19/9). Khairul Ghazali, warga Bunga Tanjung, Datuk Bandara Timur, Tanjung Balai, yang diduga teroris itu, konon ditembaki pada saat tengah melaksanakan ibadah salat.

Penyebab Jakarta Lebih Rendah dari Laut

Jakarta banjir lagi. Salah satu penyebab banjir yang kerap menghantam Jakarta adalah eksploitasi air tanah secara berlebihan. Hal ini berakibat pada penurunan tanah sehingga daratan menjadi lebih rendah daripada laut.

Berdasarkan analisis Institut Hijau Indonesia (IHI), penggunaan air bawah tanah di Jakarta sudah melampaui batas kewajaran.

"Ini disebabkan semakin banyaknya kawasan industri di Jakarta yang menggunakan air bawah tanah tanpa bisa dikontrol oleh pemerintah," kata Direktur eksekutif IHI Slamet Daroyani kepada okezone belum lama ini.

Pada 2010, IHI memperkirakan kelebihan penggunaan air bawah tanah di Jakarta sebesar 251,8 juta m3 per tahun. Padahal, batas amannya hanya 186,2 juta m3 per tahun, artinya akan ada devisit 66,6 juta m3 dalam satu tahun.

PDAM sendiri tidak bisa berbuat banyak dalam pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat. PDAM hanya mampu memenuhi kebutuhan air penduduk sebanyak 295,6 juta m3 per tahun.

Daroyani mengatakan, PDAM sudah mengeluh sejak lama tidak bisa memasok air ke masyarakat karena keadaan alat pendukung sudah tidak memadai. "Alat-alat PDAM sudah digunakan sejak zaman belanda, maka wajar saja jika banyak yang bocor," tegasnya.

Kebutuhan air di Jakarta saat ini sebanyak 547,5 juta m3 per tahun. Hitungan tersebut mengacu jika per orang menggunakan air sebanyak 150 liter per harinya, dengan estimasi penduduk Jakarta pada tahun 2010 sebesar sepuluh juta jiwa.

“Hal ini berakibat pada berkurangnya daya dukung kekuatan lingkungan. Sebab, 17,16 persen wilayah Jakarta mengalami daya dukung kekuatan lingkungan rendah dan berpotensi pada penurunan, terutama di Jakarta Utara,” pungkasnya.
(okezone)

Penyebab Jakarta Lebih Rendah dari Laut

Jakarta banjir lagi. Salah satu penyebab banjir yang kerap menghantam Jakarta adalah eksploitasi air tanah secara berlebihan. Hal ini berakibat pada penurunan tanah sehingga daratan menjadi lebih rendah daripada laut.

Berdasarkan analisis Institut Hijau Indonesia (IHI), penggunaan air bawah tanah di Jakarta sudah melampaui batas kewajaran.

"Ini disebabkan semakin banyaknya kawasan industri di Jakarta yang menggunakan air bawah tanah tanpa bisa dikontrol oleh pemerintah," kata Direktur eksekutif IHI Slamet Daroyani kepada okezone belum lama ini.

Pada 2010, IHI memperkirakan kelebihan penggunaan air bawah tanah di Jakarta sebesar 251,8 juta m3 per tahun. Padahal, batas amannya hanya 186,2 juta m3 per tahun, artinya akan ada devisit 66,6 juta m3 dalam satu tahun.

PDAM sendiri tidak bisa berbuat banyak dalam pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat. PDAM hanya mampu memenuhi kebutuhan air penduduk sebanyak 295,6 juta m3 per tahun.

Daroyani mengatakan, PDAM sudah mengeluh sejak lama tidak bisa memasok air ke masyarakat karena keadaan alat pendukung sudah tidak memadai. "Alat-alat PDAM sudah digunakan sejak zaman belanda, maka wajar saja jika banyak yang bocor," tegasnya.

Kebutuhan air di Jakarta saat ini sebanyak 547,5 juta m3 per tahun. Hitungan tersebut mengacu jika per orang menggunakan air sebanyak 150 liter per harinya, dengan estimasi penduduk Jakarta pada tahun 2010 sebesar sepuluh juta jiwa.

“Hal ini berakibat pada berkurangnya daya dukung kekuatan lingkungan. Sebab, 17,16 persen wilayah Jakarta mengalami daya dukung kekuatan lingkungan rendah dan berpotensi pada penurunan, terutama di Jakarta Utara,” pungkasnya.
(okezone)

27 September 2010

18% Komputer di Indonesia Terinfeksi Virus Stuxnet

Virus sabotase Stuxnet diprediksi dibuat oleh sekumpulan hacker yang mendapatkan dana dari negara makmur yang berkuasa, atau perusahaan yang memiliki banyak uang.

Meski banyak spekulasi yang menyatakan virus sabotase itu mengincar proyek nuklir Iran, namun pihak Symantec maupun pemerintah AS mengaku belum menemukan bukti jika target tersebut benar adanya.

Namun begitu pihak Symantec memprediksi untuk menciptakan kode berbahaya tersebut dibutuhkan sekira lima hingga 10 orang hacker yang memiliki pendidikan tinggi, telah terlatih dengan baik dan dibayar cukup besar. Sayangnya pemerintah AS dan para analis belum bisa menunjukkan dari mana virus tersebut berasal.

Saat ini malware tersebut diprediksi telah menginfeksi sekira 45.000 sistem komputer di seluruh dunia. Siemens AG, perusahaan yang mendesain sistem yang menjadi target virus tersebut, mengatakan jika Stuxnet telah menginfeksi 15 sistem kendali pembangkit listrik, termasuk sistem filtrasi air, pengeboran minyak, listrik dan pembangkit nuklir.

"Sekira 60 persen komputer yang telah terinfeksi Stuxnet berada di Iran. Sedangkan 18 persen komputer lainnya berada di Indonesia. Hanya dua persen komputer AS yang terinfeksi," ujar Liam O Murchu, Manager of Security Response Operations Symantec Corp, seperti dikutip melalui Associated Press, Senin (27/9/2010).

Menurut pihak Symantec, sejumlah negara dengan keahlian komputer tinggi memiliki kemampuan untuk menciptakan kode seperti itu. Negara yang dimaksud adalah China, Rusia, Israel, Inggris, Jerman dan AS. Sayangnya O Murchu tidak bisa menunjuk satu negara pasti.

Sebelumnya, ilmuwan komputer asal Jerman Ralph Langner mengklaim telah menemukan virus komputer yang menyebar melalui USB. Virus tersebut dapat mengenali fasilitas publik yang dianggap berbahaya untuk kemudian mengendalikan dan menghancurkannya secara jarak jauh. (okezone)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes