Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

04 April 2012

6 Laga Barcelona yang Sarat Kontroversi

Laga BarcelonaSeperti yang kamu ketahui sendiri Barcelona saat ini sudah menjadi sebuah club bola paling tersohor dan merupakan tim kuat di eropa namun di balik kebesaran nama Barcelona tidak bisa  dilepaskan dari kontroversi saat pertandinga salah satu contohnya adalah pertandingan  Rabu (4/4/2012) dinihari WIB Barselona berhasil menag 3-1 atas AC Milan kemenangan Barcelona dinodai kontroversi setelah Nesta dinilai wasit menarik kaus Carles Puyol di kotak penalti. Barcelona akhirnya mendapat hadiah tendangan penalti dan berhasil dieksekusi Lionel Messi.

Nah berikut ini merupaka beberapa laga Barcelona yang sarat kontroversi seperti di kutip tribunnews.com.

1. Chelsea vs Barcelona (6 Mei 2009 semifinal leg kedua, 1-1)

Setelah bermain imbang tanpa gol di leg pertama, Chelsea sempat memimpin di leg kedua melalui gol Michael Essien. Selama pertandingan Chelsea seharusnya mendapat 5 hadiah penalti setelah Eric Abidal menarik kaus Drogba di kotak penalti, Dani Alves menjatuhkan Florent Malouda di kotak penalti, namun Chelsea hanya dihadiahi tendangan penalti, dan handball yang dilakukan Gerard Pique dan Samuel Eto’o saat mencegah usaha Chelsea mencetak gol. Andres Iniesta mencetak gol di injury time untuk menyamakan skor menjadi 1-1. Barcelona lolos ke final berkat keunggulan gol tandang. Wasit yang memimpin Tom Henning Ovrebo kemudian menjadi musuh bersama publik Stamford Bridge.

2. Barcelona vs Inter Milan (24 April 2010 semifinal leg kedua, 1-0)

Pada leg pertama, Inter Milan menumbangkan Barcelona 3-1. Barcelona berusaha membalikkan keadaan dan berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Thiago Motta dikartu merah oleh wasit Franck De Bleeckere. Sergio Busquets menjadi aktor utama dari drama kartu merah yang diterima Motta. Motta dan Busquets terlibat perebutan bola di udara. Sikut Motta terlihat sedikit mengenai dahu Busquets namun tidak kencang. Busquets kemudian terjatuh dan menutupi wajahnya sambil mengerang kesakitan di atas lapangan. Motta kemudian dikartu merah. Namun Busquets kemudian tertangkap kamera mengintip ke arah wasit dari balik jarinya untuk melihat apakah aktingnya berhasil atau tidak.

3. Barcelona vs Arsenal (8 Maret 2011 leg kedua babak 16 besar, 3-1)

Pada leg pertama, Arsenal berhasil menahan imbang Barcelona 2-2. Pada leg kedua, Sergio Busquets mencetak gol bunuh diri sehingga Arsenal unggul agregat 3-2. Tiga menit setelah gol tersebut, Robin van Persie mendapat kartu kuning kedua karena tetap menendang bola ke gawang Barcelona padahal wasit sudah meniup peluit offside. Barcelona kemudian mencetak dua gol tambahan sehingga membalik agregat menjadi 4-3. Setelah pertandingan, Van Persie mengklaim bahwa dia tidak bisa mendengar bunyi peluit yang ditiup wasit Massimo Busaca dan dia tetap menendang bola.

4. Real Madrid vs Barcelona (27 April 2011 semifinal leg pertama, 0-2)

Dua gol kemenangan Barcelona dicetak oleh Messi setelah bek Madrid, Pepe dikartu merah wasit Wolfgang Stark pada menit 61 setelah melakukan tekel kepada bek Barcelona Daniel Alves. Para pemain Madrid kemudian mengklaim Alves melakukan akting berlebihan setelah menerima tekel Pepe padahal menurut para pemain Madrid, tidak ada kontak antara Pepe dengan Alves. Jose Mourinho pun dikeluarkan oleh Wolfgang Stark karena melakukan protes terhadap keputusan tersebut dan terkena sanksi larangan mendampingi tim di leg kedua.

5. Barcelona vs Real Madrid (5 Mei 2011 semifinal leg kedua, 1-1)

Saat skor masih imbang 0-0, wasit De Bleeckere menganulir gol Gonzalo Higuain setelah wasit menilai Cristiano Ronaldo telah melanggar Javier Mascherano terlebih dahulu sebelum gol itu terjadi. Pertandingan kemudian berakhir 1-1 dan Barcelona lolos ke final dengan agregat 3-1.

6. Barcelona vs AC Milan (4 April 2012 perempat final leg kedua, 3-1)

Saat kedudukan masih imbang 1-1, Barcelona diberi hadiah tendangan penalti oleh wasit Bjorn Kuipers 5 menit menjelang turun minum. Penalti itu tidak mendapat protes dari para pemain Milan. Namun, pemain Milan kemudian meradang ketika wasit kembali memberikan tendangan penalti. Wasit menilai Alessandro Nesta menarik baju Sergio Busquets saat pemain Barcelona hendak melakukan tendangan sudut. Waktu itu bola masih dalam keadaan mati. Wasit kemudian menghukum Milan dengan tendangan penalti kedua yang dieksekusi oleh Messi.

baca juga: 5 Tim Paling Banyak Menjuarai Laga Piala Cahampion UEFA

01 Oktober 2010

Preview Liga Primer

Akhir pekan tiba, saatnya nonton bola. Salah satu liga tersohor seantero bumi, Liga Primer, siap menggelar match day 7, Sabtu dan Minggu ini. Sebelum duduk manis depan layar kaca, simak dulu ulasannya.

Juara bertahan Chelsea bakal menjamu rivalnya dari London Utara, Arsenal, dalam sebuah tajuk Deby London di Stamford Bridge. Dari 17 pertandingan kontra Chelsea, Arsenal hanya menang dua kali.

The Gunners sudah sering bertarung dengan The Blues, sementara skuad asuhan Arsene Wenger tak terperdaya sihir Didier Drogba. Striker Pantai Gading ini kerap jadi man of the match saat jumpa Arsenal.

Di tempat lain, Manchester United melawat ke markas Sunderland selaku lawan potensial. Anggota baru big four, Tottenham Hotspur, menjamu Aston Villa dengan manajer barunya, siapa lagi kalau bukan Gerard Houllier.

Manchester City menjamu Newcastle di Eastalnds, sementara raksasa penyakitan Liverpool diuji tim promosi Blackpool.

Bomber Chelsea Droga dipastikan jadi sorotan utama selain cederanya kapten tim tamu, Cesc Fabregas. Bagaimana tidak, Drogba sudah mencetak 12 gol dalam 10 pertemuan dengan Arsenal di segala kompetisi. Kebiasaan Drogba membobol gawang memang momok menakutkan bagi lini belakang klub Gudang Peluru.

Di match day 6, pasukan Wenger kalah 3-2 atas tuan rumah West Bromwich Albion, sama halnya dengan anak buah Carlo Ancelotti yang ditekuk Man City. Namun keduanya bangkit di Liga Champions, midweek ini.

Manchester United dipastikan ingin meneruskan kemenangan di Mestalla saat berkunjung ke Stadium of Light. Rio Ferdinand sudah bisa memimpin lini belakang bersama Nemanja Vidic.

Sunderland, agaknya sedang percaya diri setelah minggu lalu sukses menagan Liverpool di Anfield. Selain itu, rekor kandang mereka juga patut diacungi jempol, hanya kalah sekali dari 13 partai terakhir di Liga Primer.

Beralih ke Aston Villa yang akan berkunjung ke Stadion White Hart Lane milik Tottenham. Houllier menikmati startnya bersama anak-anak Villa, menang 2-1 atas Wolves di ajang Piala Carling.

Sedang Tottenham kalah di match day 6 atas West Ham, namun segera merespon saat menyudahi perlawanan Twente di Liga Champions, modal berharga bagi pelatih Harry Redknapp.

Mari lihat Manchester City yang menjamu Newcastle. Roberto Mancini dan anak asuhnya sukses menggulung juara bertahan Chelsea di pekan keenam. Penampilan menggigit mereka dipastikan bikin repot Newcastle yang baru promosi. Sejak mengalahkan Liverpool tiga gol tanpa balas, Man Ciy begitu percaya diri menghantam tiap lawannya. Sayang mereka tak melanjutkannya pada panggung Liga Europa karena ditahan imbang 1-1 saat menjamu Juventus, kemarin.

The Magpies, sementara itu, baru menang dua kali sedang kalahnya sekali lebih banyak, termasuk tunduk saat jadi tuan rumah lawan Stoke.

Ada juga Liverpool kontra Blackpool. Performa The Reds sangat lembek di pekan-pekan awal musim ini. Fakta Fernando Torres belum kembali ke performa terbaiknya membuat kapten Steven Gerrard seolah bertarung sendiri. Mereka ditahan Utrecht pada lanjutan Liga Europa. Penghuni Anfiled ini baru menang sekali di Liga Primer musim ini, itu pun hanya Birmingham.

Blackpool baru menelan pil pahit saat lawan Blackburn. Pelatih Ian Hollway terancam dipecat bila anak asuhnya mengalami kekalahan tiga kali beruntun.

Pertandingan lain:

Wigan vs Wolves

West Ham vs Fulham

Everton vs Birmingham

West Brom vs Bolton

Stoke City vs Blackburn Rovers
(inilah)

30 September 2010

Hasil Lengkap Liga Europa

Berikut hasil lengkap babak penyisihan grup Liga Europa matchday kedua, Kamis atau Jumat (1/10/2010).

Grup A

Manchester City 1-1 Juventus
City: Adam Johnson (37)
Juve: Vicenzo Iaquinta (10)

Lech Poznan 2-0 Red Bull Salzburg
Lech Poznan: Arboleda (47), Peszko (81)

Grup B
Atletico Madrid 1-1 Bayer Leverkusen
Atletico: Simao (51-pen)
Leverkusen: Derdiyok (39)

Rosenborg 2-1 Aris Saloniki
Rosenborg: Moldskred (37), Prica (68)
Thessaloniki: Ruiz (43)

Grup C
Sporting Lisbon 5-0 Levski Sofia
Lisbon: Carrico (31), Maniche (43), Salomao (53), Helder Postiga (61), Fernandez (79)

Ghent 1-1 Lille
Ghent: De Smet (5)
Lille: Frau (21)

Grup D
PAOK 1-0 Dinamo Zagreb
PAOK: Ivic (56)

Villarreal 2-1 Club Brugge
Villarreal Rossi (41), Gonzalo (56)
Club Brugge: Donk (45+1)

Grup E
BATE Borisov 4-1 AZ Alkmaar

BATE: Rodionov (5), Kontsevoi (49), Renan (77-pen), Olekhnovich (83)
Alkmaar: Sigthorsson (89)

FC Sheriff Tiraspol 2-0 Dynamo Kyiv
Sheriff: Erokhin (8), Jymmy Douglas (37-pen)

Grup F
CSKA Moskwa 3-0 Sparta Prague

Moskwa: Doumbia (72, 86), Gonzalez 84-pen)

Palermo 1- 0 Lausanne Sports
Palermo: G. Migliaccio (79)

Grup G
Hajduk Split 1-0 Anderlecht
Split: Vukusic (90+6)

Zenit Saint Petersburg 4-2 AEK Athens
Zenit: Hubocan (1), Bruno Alves (13), Lazovic (43-pen dan 57)
AEK Athens: Liberopoulos (37), Kafes (83-pen)

Grup H
Odense 1-2 Stuttgart

Odense: Johansson (78)
Stuttgart: Kuzmanovic (72), Harnik (86)

Young Boys 2-0 Getafe
Young Boys: Degen (12, 64)

Grup I
Sampdoria 1-0 Debrecen
Sampdoria: Pazzini (18-pen)

Metalist Kharkiv 0-2 PSV Eindhoven
PSV: Dzsudzsak (27-pen), Berg (30)

Grup J
Borussia Dortmund 0-1 Sevilla
Sevilla: Cigarini (45+2)

Paris Saint-Germain 2-0 Karpaty Lviv
PSG: Jallet (4), Nene (20)

Grup K
Utrecht 0-0 Liverpool

Steaua Bucharest 3-3 Napoli
Bucharest: Cribari( 2-og), Tanase (12), Kapetanos (16)
Napoli: Vitale (44), Hamsik (73), Cavani (90+8)

Grup L
CSKA Sofia 0-1 FC Porto
Porto: Radamel Falcao (16)

Rapid Vienna 1-2 Besiktas
Vienna: Kavlak (51)
Besiktas: Holosko (55), Bobo (64)

(kompas)

29 September 2010

Hasil Lengkap Liga Champions

Hasil Lengkap Liga ChampionsTim-tim unggulan masih mendominasi hasil akhir pertandingan penyisihan masing-masing grup Liga Champions, Kamis (30/9/2010). Di grup A contohnya, Inter Milan tampil ganas saat menjamu tamunya Wender Bremen dan menang telak 4-0. Kemenangan telak itu diikuti pula oleh Tottenham Hotspur yang menang 4-1 atas tamunya FC Twente.

Di grup lain, tim papan tas juga berhasil menang. Schalke dan Lyon berhasil menang dalam pertarungan keras dengan tim unggulan lainnya. Hasil kurang memuaskan harus diterima Barcelona yang ditahan imbang oleh Rubin Kazan 1-1.

Berikut hasil lengkap pertandingan di masing-masing grup, Kamis (30/9/2010).

Grup A
Inter Milan    4 - 0    Werder Bremen
Tottenham H.    4 - 1    FC Twente Enschede

Grup B
Hapoel Tel Aviv    1 - 3    Lyon
Schalke                2 - 0    Benfica

Grup C
Rangers    1 - 0    Bursaspor
Valencia    0 - 1    Manchester U.

Grup D
Rubin Kazan    1 - 1    Barcelona
Panathinaikos    0 - 2    FC Copenhagen

28 September 2010

Real Madrid Susah Payah Kalahkan Auxerre

Real Madrid harus menunggu hingga sepuluh menit terakhir pertandingan untuk bisa memastikan kemenangan di matchday 2 Liga Champions Grup G. Bertanding di Stade Abbé-Deschamps, Selasa, 28 September 2010, El Merengues menang tipis 1-0 atas Auxerre.

Madrid punya beberapa peluang di babak pertama. Pada menit ke-8, tendangan Cristiano Ronaldo dari jarak 18 meter menemui sasaran namun masih bisa diamankan kiper Auxerre Olivier Sorin.

Pada menit 36 giliran Marcelo yang mendapatkan peluang emas. Ia tinggal berhadap-hadapan saja dengan Sorin namun gagal mengarahkan bola melewati sang kiper tuan rumah. Skor tetap 0-0.

Auxerre punya satu peluang pada menit 43. Dariusz Dudka melepaskan tendangan jarak jauh yang masih biasa diantisipasi Casillas. Saat jeda skor 0-0.

Gol penentu kemenangan Jose Mourinho hadir di menit 80. Angel Di Maria yang baru delapan menit masuk lapangan menjadi penentu sukses timnya.

Usai mengontrol bola dengan dadanya, Di Maria melepaskan tendangan voli yang tak bisa dibedung kiper Auxerre.

Dengan kemenangan 1-0, Madrid ada di posisi teratas klasemen sementara. Mereka punya enam poin dari dua pertandingan. Milan yang pada pertandingannya main imbang melawan Ajax ada di posisi kedua dengan 4 poin.

Ajax sendiri di posisi ketiga baru punya satu poin. Sedangkan Auxerre ada di posisi terbawah, 0 poin.

Susunan Pemain

Auxerre: Olivier Sorin, Stephane Grichting, Adame Coulibaly, Dariusz Dudka, Cedric Hengbart, Delvin Ndinga, Benoit Pedretti, Dennis Oliech, Kamel Chafni (Quercia 88), Steven Langil (Traore 78), Roy Contout (Jelen 45).

Real Madrid: Iker Casillas, Sergio Ramos, Pepe, Alvaro Arbeloa, Marcelo, Lassana Diarra (Di Maria 73), Sami Khedira, Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema (Ozil 58), Gonzalo Higuain (Diarra 86)

• VIVAnews

Inggris Mundur Dari Persaingan Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Inggris Mundur Dari Persaingan Piala Dunia 2022Inggris akan menarik diri dari persaingan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, untuk berkonsentrasi memenangkan pertarungan menjadi penyelenggara Piala Dunia 2018.

David Dein, mantan petinggi Arsenal dan vice-chairman Asosiasi Sepakbola Inggris, penarikan diri akan dilakukan jika AS menarik diri dari pencalonan menjadi tuan rumah 2018.

Jika AS menarik diri, persaingan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 hanya akan melibatkan negara-negara Eropa.

Pesaing Inggris adalah Spanyol/Portugal, Belanda/Belgia, dan Rusia. Pada persaingan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, jika Inggris menarik diri, akan terjadi persaingan antara negara non-Eropa.

Dein mengatakan; "Kami kami tidak akan menarik diri dari pencalonan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, sebelum AS menarik diri dari persaingan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018."

Presiden UEFA Michael Platini berkampanye agar Eropa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Sedangkan Australia, Jepang, Qatar, dan Korea Selatan, akan bersaing menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

"Saya dan Platini yakin Eropa akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018," demikian Dein.

Dein kini berada di Trinidad bersama David Beckham, untuk menggalang dukungan dari negara-negara anggota Concacaf. Jack Warner, presiden Concacaf, dipastikan akan memberikan dukungan kepada Inggris.

"Kami menyambangi enam negara dalam 13 hari untuk menggalang dukungan," kata Dein.

(TRIBUN)

27 September 2010

Benzema Jadi Starter Hadapi Auxerre

Striker Real Madrid Karim Benzema dipercaya menjadi starter saat bertemu Auxerre di penyisihan Grup Liga Champions. Hal ini dipastikan langsung oleh pelatih Jose Mourinho.

"Dia (Benzema) bermain sesuai dengan yang saya inginkan. Jadi dia bakal bermain besok ," kata Mourinho seperti dikutip dari Football365 sehari sebelum pertandingan.

Benzema sendiri merasa percaya diri atas penunjukan Mourinho. Apalagi Auxerre adalah klub yang biasa dia hadapi ketika masih berlaga di Liga Perancis beberapa waktu lalu. "Saya merasa bugar dan siap mencetak gol untuk membantu tim," kata Benzema.

"Mourinho membantu perkembanganku. Bantuan terutama di bagian mentalitas."

Auxerre, dikatakan Benzema, merupakan lawan kuat di kompetisi lokal. Namun situasi itu berbeda jika berada di kompetisi Eropa macam Liga Champions. Meski demikian, tambah sang pemain, Madrid tidak akan meremehkan kekuatan Auxerre yang akan berlaga di depan pendukungnya sendiri di Stade Abbé-Deschamps, Perancis.

Madrid dan Auxerre sama-sama berada di Grup G. Di laga awal, kedua tim meraih hasil yang bertolak belakang, Madrid menang sedangkan Auxerre kalah. El Real menang 2-0 atas Ajax Amsterdam.

Sebaliknya Auxerre ditumbangkan AC Milan dengan skor yang sama. Saat ini Madrid berada di posisi dua klasemen sementara dengan tiga poin. Dan Auxerre harus pasrah menjadi juru kunci sementara.

• VIVAnews

Benzema Jadi Starter Hadapi Auxerre

Striker Real Madrid Karim Benzema dipercaya menjadi starter saat bertemu Auxerre di penyisihan Grup Liga Champions. Hal ini dipastikan langsung oleh pelatih Jose Mourinho.

"Dia (Benzema) bermain sesuai dengan yang saya inginkan. Jadi dia bakal bermain besok ," kata Mourinho seperti dikutip dari Football365 sehari sebelum pertandingan.

Benzema sendiri merasa percaya diri atas penunjukan Mourinho. Apalagi Auxerre adalah klub yang biasa dia hadapi ketika masih berlaga di Liga Perancis beberapa waktu lalu. "Saya merasa bugar dan siap mencetak gol untuk membantu tim," kata Benzema.

"Mourinho membantu perkembanganku. Bantuan terutama di bagian mentalitas."

Auxerre, dikatakan Benzema, merupakan lawan kuat di kompetisi lokal. Namun situasi itu berbeda jika berada di kompetisi Eropa macam Liga Champions. Meski demikian, tambah sang pemain, Madrid tidak akan meremehkan kekuatan Auxerre yang akan berlaga di depan pendukungnya sendiri di Stade Abbé-Deschamps, Perancis.

Madrid dan Auxerre sama-sama berada di Grup G. Di laga awal, kedua tim meraih hasil yang bertolak belakang, Madrid menang sedangkan Auxerre kalah. El Real menang 2-0 atas Ajax Amsterdam.

Sebaliknya Auxerre ditumbangkan AC Milan dengan skor yang sama. Saat ini Madrid berada di posisi dua klasemen sementara dengan tiga poin. Dan Auxerre harus pasrah menjadi juru kunci sementara.

• VIVAnews

Data & Fakta Seputar Ajax vs Milan

Besok dini hari WIB, Ajax menjamu AC Milan di Amsterdam Arena pada laga kedua penyisihan Grup Liga Champions. Simak flash back-nya.

Seperti diketahui, kedua tim punya sejarah manis di level Eropa. Tuan rumah boleh bangga dengan empat gelar Liga Champions-nya yang mereka raih pada 1971, 1972, 1973, 1995.

Namun, Milan juga tak kalah hebat saat manggung pentas terakbar antar klub Eropa ini. Buktinya, Rossoneri pernah jadi kampiun sebanyak tujuh kali, 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, dan 2007.

Ajax dan Milan pernah dua kali bertemu di final, saat itu namanya masih Piala Champions, masing-masing tim menang sekali. Tapi pertandingan nanti adalah lanjutan penyisihan Grup G.

Dua pemain Milan dipastikan kembali ke klub yang mencetuskan namanya, Clarence Seedorf dan Zlatan Ibrahimovic. Ibrahimovic bermain untuk Ajax pada periode 2001-2004. Selama itu bomber Swedia ini empat kali lawan Milan, tapi tak pernah mencetak gol.

Ajax yang kini diasuh Martin Jol bertekad bangkit dari kekalahan di laga pembuka lawan Real Madrid. Kala itu mereka tunduk 2-0 di Santiago Bernabeu. Di saat yang sama, San Siro jadi saksi bisu skuad asuhan Massimo Allegri menang atas Auxerre dengan skor yang sama.

Secara keseluruhan, Ajax dan Milan sudah 10 kali bertemu di ajang ini. Wakil Italia mengantongi lima kemenangan, Ajax empat. Pada perempat-final tujuh tahun lalu, kedua tim bermain imbang tanpa gol di Amsterdam, tapi Milan menang 3-2 saat jadi tuan rumah. Jon Dahl Tomasson mencetak gol penentu saat injury time.

Pada penyisihan grup musim 2003/04, Milan menang kandang maupun tandang, masing-masing 1-0, Andriy Shevchenko pelakunya.

Pada laga yang berlangsung 26 November 2003 itu, Ibrahimovic masih menghiasi lini depan Ajax, sedangkan Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo, Seedorf, Inzaghi dan Massimo Ambrosini mengisi skuad Milan.

Pertemuan pertama keduanya terjadi di final musim 1968/69, Milan jadi kampiun setelah menang 4-1 di Santiago Bernabeu. Ajax baru bisa membalasnya pada tahun 1995 di Vienna sekaligus mempertahankan gelar. Patrick Kulivert yang kemudian dibeli Milan jadi satu-satunya pencetak gol di laga tersebut.

Mereka juga pernah bertemu di Piala Super Eropa 1974. Ajax membalikkan kekalahan 1-0 di leg pertama dengan membantai Milan enam gol tanpa balas saat main kandang.

Rekor Ajax saat main di markas sendiri saat lawan tim Italia adalah lima kali menang, imbang tujuh, dan lima kali kalah.

Sedangkan catatan Milan saat bertanding di negeri Kincir Angin yaitu menang empat kali, imbang hanya sekali, serta lima kali menelan pil pahit.

Selain dua kali lawan Milan, Ajax juga bertemu dua wakil Italia lain di partai puncak kompetisi yang masih dirajai Real Madrid ini. Mereka mengalahkan juara bertahan Inter Milan pada 1972. Juventus jadi korban di final tahun berikutnya. Juve membalasnya 14 tahun lalu.

Ajax juga pernah bertemu Torino di final Piala UEFA 1992, mereka memang lewat gol away.

(inilah.com)

Data & Fakta Seputar Ajax vs Milan

Besok dini hari WIB, Ajax menjamu AC Milan di Amsterdam Arena pada laga kedua penyisihan Grup Liga Champions. Simak flash back-nya.

Seperti diketahui, kedua tim punya sejarah manis di level Eropa. Tuan rumah boleh bangga dengan empat gelar Liga Champions-nya yang mereka raih pada 1971, 1972, 1973, 1995.

Namun, Milan juga tak kalah hebat saat manggung pentas terakbar antar klub Eropa ini. Buktinya, Rossoneri pernah jadi kampiun sebanyak tujuh kali, 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, dan 2007.

Ajax dan Milan pernah dua kali bertemu di final, saat itu namanya masih Piala Champions, masing-masing tim menang sekali. Tapi pertandingan nanti adalah lanjutan penyisihan Grup G.

Dua pemain Milan dipastikan kembali ke klub yang mencetuskan namanya, Clarence Seedorf dan Zlatan Ibrahimovic. Ibrahimovic bermain untuk Ajax pada periode 2001-2004. Selama itu bomber Swedia ini empat kali lawan Milan, tapi tak pernah mencetak gol.

Ajax yang kini diasuh Martin Jol bertekad bangkit dari kekalahan di laga pembuka lawan Real Madrid. Kala itu mereka tunduk 2-0 di Santiago Bernabeu. Di saat yang sama, San Siro jadi saksi bisu skuad asuhan Massimo Allegri menang atas Auxerre dengan skor yang sama.

Secara keseluruhan, Ajax dan Milan sudah 10 kali bertemu di ajang ini. Wakil Italia mengantongi lima kemenangan, Ajax empat. Pada perempat-final tujuh tahun lalu, kedua tim bermain imbang tanpa gol di Amsterdam, tapi Milan menang 3-2 saat jadi tuan rumah. Jon Dahl Tomasson mencetak gol penentu saat injury time.

Pada penyisihan grup musim 2003/04, Milan menang kandang maupun tandang, masing-masing 1-0, Andriy Shevchenko pelakunya.

Pada laga yang berlangsung 26 November 2003 itu, Ibrahimovic masih menghiasi lini depan Ajax, sedangkan Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo, Seedorf, Inzaghi dan Massimo Ambrosini mengisi skuad Milan.

Pertemuan pertama keduanya terjadi di final musim 1968/69, Milan jadi kampiun setelah menang 4-1 di Santiago Bernabeu. Ajax baru bisa membalasnya pada tahun 1995 di Vienna sekaligus mempertahankan gelar. Patrick Kulivert yang kemudian dibeli Milan jadi satu-satunya pencetak gol di laga tersebut.

Mereka juga pernah bertemu di Piala Super Eropa 1974. Ajax membalikkan kekalahan 1-0 di leg pertama dengan membantai Milan enam gol tanpa balas saat main kandang.

Rekor Ajax saat main di markas sendiri saat lawan tim Italia adalah lima kali menang, imbang tujuh, dan lima kali kalah.

Sedangkan catatan Milan saat bertanding di negeri Kincir Angin yaitu menang empat kali, imbang hanya sekali, serta lima kali menelan pil pahit.

Selain dua kali lawan Milan, Ajax juga bertemu dua wakil Italia lain di partai puncak kompetisi yang masih dirajai Real Madrid ini. Mereka mengalahkan juara bertahan Inter Milan pada 1972. Juventus jadi korban di final tahun berikutnya. Juve membalasnya 14 tahun lalu.

Ajax juga pernah bertemu Torino di final Piala UEFA 1992, mereka memang lewat gol away.

(inilah.com)

Contento Lengkapi Badai Cedera FC Hollywood

Persiapan Bayern Munich melawan FC Basel di babak penyisihan grup Champions League kembali terganggu. FC Hollywood dipastikan tak akan diperkuat bek kiri terbaiknya Diego Contento.

Contento diperkirakan akan absen empat hingga enam pekan karena mengalami cedera otot saat Munich ditaklukkan FSV Mainz di bundesliga, Sabtu kemarin. Contento sendiri harus menjalani operasi dan membutuhkan istirahat panjang.

Cederanya bek berusia 20 tahun ini tentu menambah derita Louis van Gaal. Pasalnya, sebelumnya Munich juga harus kehilangan pilar-pilarnya seperti Franck Ribery yang mengalami cedera engkel, Arjen Robben (paha) dan David Alaba (engkel).

Di Grup E, Bayern dan klub elit Rumania CFR Cluj berhasil mencetak poin sempurna di matchday 1. Munich berhasil menekuk wakil Italia AS Roma dengan skor 2-0 sedangkan Cluj mengalahkan Basel 2-1.

Louis van Gaal Perpanjang Kontrak

Sebelum laga kontra Basel, manajemen Munich telah fokus memperpanjang kontrak Louis van Gaal. Van Gaal sepakat memperpanjang kontraknya di Allianz Arena hingga 2012.

Hal itu juga dibenarkan Direktur Klub Munich Karl-Heinz Rummenigge. “Penandatanganan akan dilakukan pekan ini," ujar Rummenigge kepada Uefa.com, Senin 27 September 2010.

Pelatih asal Belanda ini dianggap sukses menangani FC Hollywood setelah musim lalu berhasil merebut gelar bundesliga dan mengantarkan klub ke final Champions League.

• VIVAnews

Contento Lengkapi Badai Cedera FC Hollywood

Persiapan Bayern Munich melawan FC Basel di babak penyisihan grup Champions League kembali terganggu. FC Hollywood dipastikan tak akan diperkuat bek kiri terbaiknya Diego Contento.

Contento diperkirakan akan absen empat hingga enam pekan karena mengalami cedera otot saat Munich ditaklukkan FSV Mainz di bundesliga, Sabtu kemarin. Contento sendiri harus menjalani operasi dan membutuhkan istirahat panjang.

Cederanya bek berusia 20 tahun ini tentu menambah derita Louis van Gaal. Pasalnya, sebelumnya Munich juga harus kehilangan pilar-pilarnya seperti Franck Ribery yang mengalami cedera engkel, Arjen Robben (paha) dan David Alaba (engkel).

Di Grup E, Bayern dan klub elit Rumania CFR Cluj berhasil mencetak poin sempurna di matchday 1. Munich berhasil menekuk wakil Italia AS Roma dengan skor 2-0 sedangkan Cluj mengalahkan Basel 2-1.

Louis van Gaal Perpanjang Kontrak

Sebelum laga kontra Basel, manajemen Munich telah fokus memperpanjang kontrak Louis van Gaal. Van Gaal sepakat memperpanjang kontraknya di Allianz Arena hingga 2012.

Hal itu juga dibenarkan Direktur Klub Munich Karl-Heinz Rummenigge. “Penandatanganan akan dilakukan pekan ini," ujar Rummenigge kepada Uefa.com, Senin 27 September 2010.

Pelatih asal Belanda ini dianggap sukses menangani FC Hollywood setelah musim lalu berhasil merebut gelar bundesliga dan mengantarkan klub ke final Champions League.

• VIVAnews

INTER VS WERDER BREMEN, Milito Belum Tentu Main

Pelatih Inter Milan, Rafael Benitez, disebut Sky Sports menilai penyerang Diego Milito belum kembali kepada performa terbaiknya dan mempertimbangkan mencadangkannya saat melawan Werder Bremen di matchday kedua fase grup Liga Champions, di San Siro, Rabu (29/9/2010).

Milito adalah pahlawan kemenangan Inter di final Liga Champions musim lalu. Saat itu, ia mencetak dua gol yang menentukan kemenangan Inter 2-0 atas Bayern Muenchen. Total, di musim itu, ia mencetak enam gol dari sebelas penampilan di Liga Champions.

Namun, musim ini performa Milito belum konsisten. Dari lima penampilan di Serie-A, ia baru mencetak dua gol, yang semuanya diciptakan saat melawan Bari, 22 September silam.

Ketika melawan FC Twente pada matchday pertama fase grup Liga Champions 2010-2011, ia bermain sejak awal sampai menit ke-87. Namun, pada pertandingan yang berakhir 2-2 itu, ia malah mencatatkan diri sebagai pencetak gol bunuh diri, yang membuat Inter nyaris kalah 1-2.

Terlepas dari performa, menurut Sky Sports, kondisi fisik Milito juga sedang terganggu masalah otot kaki. Namun, sejauh ini, Inter belum memberikan apa pun terkait cedera itu dan peluang tampil Milito pada pertandingan Rabu nanti. (kompas)

INTER VS WERDER BREMEN, Milito Belum Tentu Main

Pelatih Inter Milan, Rafael Benitez, disebut Sky Sports menilai penyerang Diego Milito belum kembali kepada performa terbaiknya dan mempertimbangkan mencadangkannya saat melawan Werder Bremen di matchday kedua fase grup Liga Champions, di San Siro, Rabu (29/9/2010).

Milito adalah pahlawan kemenangan Inter di final Liga Champions musim lalu. Saat itu, ia mencetak dua gol yang menentukan kemenangan Inter 2-0 atas Bayern Muenchen. Total, di musim itu, ia mencetak enam gol dari sebelas penampilan di Liga Champions.

Namun, musim ini performa Milito belum konsisten. Dari lima penampilan di Serie-A, ia baru mencetak dua gol, yang semuanya diciptakan saat melawan Bari, 22 September silam.

Ketika melawan FC Twente pada matchday pertama fase grup Liga Champions 2010-2011, ia bermain sejak awal sampai menit ke-87. Namun, pada pertandingan yang berakhir 2-2 itu, ia malah mencatatkan diri sebagai pencetak gol bunuh diri, yang membuat Inter nyaris kalah 1-2.

Terlepas dari performa, menurut Sky Sports, kondisi fisik Milito juga sedang terganggu masalah otot kaki. Namun, sejauh ini, Inter belum memberikan apa pun terkait cedera itu dan peluang tampil Milito pada pertandingan Rabu nanti. (kompas)

25 September 2010

Barcelona Berkibar, Real Madrid Tertahan

Bermain di kandang Athletic Bilbao, Barcelona tampil percaya diri merebut kemenangan, sekaligus menyalip rival mereka di klasemen, Real Madrid, yang imbang lawan Levante.

Prediksi pengamat yang mengatakan Barca bakal kesulitan menang tanpa Lionel Messi di Stadion San Mames hampir mendekati kenyataan saat wasit Antonio Miguel Mateu Lahoz mengakhiri babak pertama tanpa gol.

Namun tim arahan Josep Guardiola itu membuktikan sebaliknya di babak kedua. Mereka tampil agresif dan mencetak gol pada menit ke 55 melalui sontekan Seydou Keita, menerima umpan terobosan David Villa.

Gol kemudian bertambah sembilan menit kemudian lewat kaki Xavi Hernandes dari luar kotak penalti.

Tuan rumah sempat membuka harapan di menit ke 90 dengan mencetak gol yang memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 lewat sontekan Igor Gabilondo dari jarak dekat, memanfaatkan umpan silang Oscar de Marcos.

Namun harapan itu segera pupus tak lama kemudian saat Sergio Busquets mencetak gol di waktu tambahan, memungkasi serangan balik cepat.

Barca menunjukkan dominasinya dalam penguasaan bola, 79:21 dan melepaskan 23 tembakan yang sembilan diantaranya mengarah ke gawang lawan.

Sementara itu di Stadion Ciutat de Valencia, kandang Levante, Real Madrid kesulitan mencetak gol meski berhasil melepaskan enam tembakan ke arah gawang dari 25 kali percobaan.

Trio Gonzalo Higuain, Angel Di Maria dan Cristiano Ronaldo, yang didukung Mesut Ozil, Xabi Alonso dan Sami Khedira, tak mampu memecah kebuntuan. Hasil imbang tanpa gol pun bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Barca bertengger di peringkat kedua dengan 12 poin dari lima laga, unggul satu poin dari Madrid.

Puncak klasemen dihuni Valencia, yang sebelumnya berhasil menumbangkan Sporting Gijon 2-0 melalui gol Mehmet Topal dan Roberto Soldado di menit enam dan sepuluh.

(inilah.com)

Barcelona Berkibar, Real Madrid Tertahan

Bermain di kandang Athletic Bilbao, Barcelona tampil percaya diri merebut kemenangan, sekaligus menyalip rival mereka di klasemen, Real Madrid, yang imbang lawan Levante.

Prediksi pengamat yang mengatakan Barca bakal kesulitan menang tanpa Lionel Messi di Stadion San Mames hampir mendekati kenyataan saat wasit Antonio Miguel Mateu Lahoz mengakhiri babak pertama tanpa gol.

Namun tim arahan Josep Guardiola itu membuktikan sebaliknya di babak kedua. Mereka tampil agresif dan mencetak gol pada menit ke 55 melalui sontekan Seydou Keita, menerima umpan terobosan David Villa.

Gol kemudian bertambah sembilan menit kemudian lewat kaki Xavi Hernandes dari luar kotak penalti.

Tuan rumah sempat membuka harapan di menit ke 90 dengan mencetak gol yang memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 lewat sontekan Igor Gabilondo dari jarak dekat, memanfaatkan umpan silang Oscar de Marcos.

Namun harapan itu segera pupus tak lama kemudian saat Sergio Busquets mencetak gol di waktu tambahan, memungkasi serangan balik cepat.

Barca menunjukkan dominasinya dalam penguasaan bola, 79:21 dan melepaskan 23 tembakan yang sembilan diantaranya mengarah ke gawang lawan.

Sementara itu di Stadion Ciutat de Valencia, kandang Levante, Real Madrid kesulitan mencetak gol meski berhasil melepaskan enam tembakan ke arah gawang dari 25 kali percobaan.

Trio Gonzalo Higuain, Angel Di Maria dan Cristiano Ronaldo, yang didukung Mesut Ozil, Xabi Alonso dan Sami Khedira, tak mampu memecah kebuntuan. Hasil imbang tanpa gol pun bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Barca bertengger di peringkat kedua dengan 12 poin dari lima laga, unggul satu poin dari Madrid.

Puncak klasemen dihuni Valencia, yang sebelumnya berhasil menumbangkan Sporting Gijon 2-0 melalui gol Mehmet Topal dan Roberto Soldado di menit enam dan sepuluh.

(inilah.com)

Hasil Pertandingan Liga Inggris Tadi Malam

Hasil Pertandingan Liga Inggris Malam IniPekan keenam menjadi pekan buram buat sejumlah klub papan atas Liga Premier Inggris. Liverpool contohnya, The Reds hampir kalah dan hanya bisa bermain imbang 2-2 lawan Sunderland.

Arsenal lebih tenggelam. Bermain di kandang, The Gunner kalah 2-3 dari tim medioker West Bromwich Albion. Nasib yang sama dialami juara bertahan Chelsea yang harus menyerah pada tuan rumah, Manchester City 1-0.

Berikut hasil-hasil pertandingan Liga Premier Inggris, Sabtu (25/9/2010)

Man City 1-0 Chelsea

Arsenal 2-3 West Bromwich

Birmingham 0- 0 Wigan

Blackpool 1-2 Blackburn

Fulham 0-0 Everton

Liverpool 2-2 Sunderland

West Ham 1-0 Tottenham

Hasil Pertandingan Liga Inggris Tadi Malam

Hasil Pertandingan Liga Inggris Malam IniPekan keenam menjadi pekan buram buat sejumlah klub papan atas Liga Premier Inggris. Liverpool contohnya, The Reds hampir kalah dan hanya bisa bermain imbang 2-2 lawan Sunderland.

Arsenal lebih tenggelam. Bermain di kandang, The Gunner kalah 2-3 dari tim medioker West Bromwich Albion. Nasib yang sama dialami juara bertahan Chelsea yang harus menyerah pada tuan rumah, Manchester City 1-0.

Berikut hasil-hasil pertandingan Liga Premier Inggris, Sabtu (25/9/2010)

Man City 1-0 Chelsea

Arsenal 2-3 West Bromwich

Birmingham 0- 0 Wigan

Blackpool 1-2 Blackburn

Fulham 0-0 Everton

Liverpool 2-2 Sunderland

West Ham 1-0 Tottenham

Carlos Tevez Beri Chelsea Kekalahan Perdana

Penyerang Carlos Tevez mencetak gol penentu kemenangan Manchester City 1-0 atas Chelsea, dalam lanjutan Premier League, Sabtu (25/9/2010). Bagi Chelsea, ini adalah kekalahan pertama di Premier League musim ini dan kekalahan ketiga dari City dalam tiga pertemuan terakhir di Premier League.


Bermain di kandang lawan, Chelsea tak mengalami kesulitan mendominasi penguasaan bola. Namun, ketatnya pengawalan tuan rumah membuat Chelsea kesulitan mengalirkan serangan.


Sementara begitu, City tampil agresif. Selain  rajin mengejar dan merebut bola, mereka juga berusaha melakukan serangan begitu berhasil menguasainya.


Sayang, koordinasi serangan City belum solid. Dalam sejumlah kesempatan, mereka kurang cermat dalam mengumpan sehingga serangan mereka juga kerap kandas di tengah jalan.


Di tengah kebuntuan itu, Chelsea nyaris unggul melalui Branislav Ivanovic pada menit ke-29. Sayang, tembakannya membentur mistar gawang Joe Hart.


Memasuki menit ke-40, Chelsea berhasil mengurung City. City bereaksi cepat menutup ruang dan membuat tekanan Chelsea tak membuahkan apa pun sampai peluit berbunyi panjang.


Memasuki babak kedua, permainan tak banyak berubah. Kedua kubu masih sering terlibat perebutan bola di tengah dan sama-sama kesulitan membangun serangan efektif, sampai Carlos Tevez melakukan aksi individu yang berujung gol pada menit ke-59.


Setelah itu, Chelsea melakukan sejumlah perubahan, dengan menggantikan John Obi Mikel dengan Yuri Zhirkov pada menit ke-69 dan dan Didier Drogba dengan Daniel Sturridge pada menit ke-75. Namun, perubahan ini tak banyak membantu mereka memperbaiki kualitas serangan.


Sementara begitu, City juga terus ngotot mempertahankan intensitas serangannya dengan menggantikan David Silva dengan Adam Johnson pada menit ke-78 dan Tevez dengan Emmanuel Adebayor pada menit ke-80. Namun, sama seperti Chelsea, usaha mereka juga tak membuahkan gol, sampai peluit berbunyi panjang.


Selama 90 menit, City menguasai bola sebanyak 43 persen dan melepaskan empat tembakan akurat dari sepuluh usaha. Adapun, Chelsea menciptakan empat peluang emas dari 18 usaha.

Susunan pemain:
City:
25-Joe Hart; 5-Pablo Zabaleta, 4-Vincent Kompany, 28-Kolo Touré, 38-Dedryck Boyata (17-Jerome Boateng 89); 7-James Milner, 18-Gareth Barry, 34-Nigel De Jong, 21-David Silva (11-Adam Johnson 78); 42-Yaya Touré; 32-Carlos Tevez (9-Emmanuel Adebayor 86)
Chelsea: 1-Petr Cech; 3-Ashley Cole, 26-John Terry, 33-Alex, 2-Branislav Ivanovic; 7-Ramires (46-Joshua McEachran 81), 12-John Mikel Obi (18-Yuri Zhirkov 69), 5-Michael Essien; 11-Didier Drogba (23-Daniel Sturridge 75), 15-Florent Malouda, 39-Nicolas Anelka


(kompas)

Carlos Tevez Beri Chelsea Kekalahan Perdana

Penyerang Carlos Tevez mencetak gol penentu kemenangan Manchester City 1-0 atas Chelsea, dalam lanjutan Premier League, Sabtu (25/9/2010). Bagi Chelsea, ini adalah kekalahan pertama di Premier League musim ini dan kekalahan ketiga dari City dalam tiga pertemuan terakhir di Premier League.


Bermain di kandang lawan, Chelsea tak mengalami kesulitan mendominasi penguasaan bola. Namun, ketatnya pengawalan tuan rumah membuat Chelsea kesulitan mengalirkan serangan.


Sementara begitu, City tampil agresif. Selain  rajin mengejar dan merebut bola, mereka juga berusaha melakukan serangan begitu berhasil menguasainya.


Sayang, koordinasi serangan City belum solid. Dalam sejumlah kesempatan, mereka kurang cermat dalam mengumpan sehingga serangan mereka juga kerap kandas di tengah jalan.


Di tengah kebuntuan itu, Chelsea nyaris unggul melalui Branislav Ivanovic pada menit ke-29. Sayang, tembakannya membentur mistar gawang Joe Hart.


Memasuki menit ke-40, Chelsea berhasil mengurung City. City bereaksi cepat menutup ruang dan membuat tekanan Chelsea tak membuahkan apa pun sampai peluit berbunyi panjang.


Memasuki babak kedua, permainan tak banyak berubah. Kedua kubu masih sering terlibat perebutan bola di tengah dan sama-sama kesulitan membangun serangan efektif, sampai Carlos Tevez melakukan aksi individu yang berujung gol pada menit ke-59.


Setelah itu, Chelsea melakukan sejumlah perubahan, dengan menggantikan John Obi Mikel dengan Yuri Zhirkov pada menit ke-69 dan dan Didier Drogba dengan Daniel Sturridge pada menit ke-75. Namun, perubahan ini tak banyak membantu mereka memperbaiki kualitas serangan.


Sementara begitu, City juga terus ngotot mempertahankan intensitas serangannya dengan menggantikan David Silva dengan Adam Johnson pada menit ke-78 dan Tevez dengan Emmanuel Adebayor pada menit ke-80. Namun, sama seperti Chelsea, usaha mereka juga tak membuahkan gol, sampai peluit berbunyi panjang.


Selama 90 menit, City menguasai bola sebanyak 43 persen dan melepaskan empat tembakan akurat dari sepuluh usaha. Adapun, Chelsea menciptakan empat peluang emas dari 18 usaha.

Susunan pemain:
City:
25-Joe Hart; 5-Pablo Zabaleta, 4-Vincent Kompany, 28-Kolo Touré, 38-Dedryck Boyata (17-Jerome Boateng 89); 7-James Milner, 18-Gareth Barry, 34-Nigel De Jong, 21-David Silva (11-Adam Johnson 78); 42-Yaya Touré; 32-Carlos Tevez (9-Emmanuel Adebayor 86)
Chelsea: 1-Petr Cech; 3-Ashley Cole, 26-John Terry, 33-Alex, 2-Branislav Ivanovic; 7-Ramires (46-Joshua McEachran 81), 12-John Mikel Obi (18-Yuri Zhirkov 69), 5-Michael Essien; 11-Didier Drogba (23-Daniel Sturridge 75), 15-Florent Malouda, 39-Nicolas Anelka


(kompas)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes