Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label DPR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPR. Tampilkan semua postingan

28 September 2010

DPR Sepakati Calon Hakim Agung Malam Ini

DPR Sepakati Calon Hakim Agung Malam IniDua calon hakim agung akan dipilih dari enam nama yang diajukan ke Komisi III DPR RI.

Enam Hakim Agung semuanya akan difit and proper test Komisi III DPR RI sampai nanti malam. "Hari ini semuanya akan di fit and proper test dan malam ini sudah diputuskan dengan memmilih dua diantara enam," kata anggota Komisi III Saan Mustofa saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Saan berharap kedepan Hakim Agung yang terpilih saat ini bisa memutus kasus korupsi dengan benar. "Komitmen penegakan hukum dengan rasa keadilan, dalam rangka memperbaiki citra Mahkamah Agung," imbuhnya.

Sebelumnya untuk memenuhi azas keterbukaan dan pertanggungjawaban publik, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sudah meminta kepada masyarakat luas untuk memberikan saran serta masukan terhadap calon-calon Hakim Agung.

Nama-nama Calon Hakim Agung

1. E Rawa Aryawan SH M Hum asal Hakim Karier, Jabatan Hakim Tinggi Surabaya

2. Iskandar Tjakke SH MH asal Hakim Karier, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi

3. Dr Kamri Ahmad SH MHum asal NonKarier, Jabatan Lektor Kepala/IV b

4. Dr Sofyan Sitomful SH MH, asal NonKarier, jabatan Inspektur Kepegawaian Kementerian Hukum dan HAM

5. Sri Wahyuni SH MH asal Hakim Karier, jabatan Hakim Tinggi Surabaya

6. Mahbur SH MH asal Hakim Karier, jabatan Wakil Ketua pengadilan Tinggi Pekanbaru

(tribun)

DPR Sepakati Calon Hakim Agung Malam Ini

DPR Sepakati Calon Hakim Agung Malam IniDua calon hakim agung akan dipilih dari enam nama yang diajukan ke Komisi III DPR RI.

Enam Hakim Agung semuanya akan difit and proper test Komisi III DPR RI sampai nanti malam. "Hari ini semuanya akan di fit and proper test dan malam ini sudah diputuskan dengan memmilih dua diantara enam," kata anggota Komisi III Saan Mustofa saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Saan berharap kedepan Hakim Agung yang terpilih saat ini bisa memutus kasus korupsi dengan benar. "Komitmen penegakan hukum dengan rasa keadilan, dalam rangka memperbaiki citra Mahkamah Agung," imbuhnya.

Sebelumnya untuk memenuhi azas keterbukaan dan pertanggungjawaban publik, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sudah meminta kepada masyarakat luas untuk memberikan saran serta masukan terhadap calon-calon Hakim Agung.

Nama-nama Calon Hakim Agung

1. E Rawa Aryawan SH M Hum asal Hakim Karier, Jabatan Hakim Tinggi Surabaya

2. Iskandar Tjakke SH MH asal Hakim Karier, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi

3. Dr Kamri Ahmad SH MHum asal NonKarier, Jabatan Lektor Kepala/IV b

4. Dr Sofyan Sitomful SH MH, asal NonKarier, jabatan Inspektur Kepegawaian Kementerian Hukum dan HAM

5. Sri Wahyuni SH MH asal Hakim Karier, jabatan Hakim Tinggi Surabaya

6. Mahbur SH MH asal Hakim Karier, jabatan Wakil Ketua pengadilan Tinggi Pekanbaru

(tribun)

27 September 2010

Calon Kapolri, DPR Minta Publik Tak Desak Presiden

Pimpinan DPR, Priyo Budi Santoso, mengimbau agar publik tidak mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengirimkan nama calon kapolri kepada DPR. Menurut Priyo, pihak DPR tidak akan menagih nama kepada Presiden dan membiarkan Presiden menimbang matang-matang.

"Saya usulkan kepada publik, tidak mendesak Presiden. Biarkan pada waktu yang tepat. Beliau akan mengirimkan surat itu," ujar Priyo seusai rapat pimpinan DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/9/2010).

Priyo mengatakan, masih ada cukup waktu bagi dewan untuk menguji kelayakan dan kepatutan calon kapolri hingga memutuskan diterima atau tidaknya calon yang diajukan Presiden. Meskipun hingga minggu terakhir September ini Presiden belum mengirimkan nama calon kapolri, kinerja DPR tidak akan terganggu.

"Enggak, kalau kami hitung mekanisme DPR, sampai paripurna kembali, lebih kurang dua minggu. Atau, seperti panglima TNI, dipercepat tidak lebih dari seminggu dengan asumsi pensiunnya Bambang Hendarso pada 31 Oktober," paparnya.

Menurut Priyo, DPR juga tidak akan mempertanyakan secara resmi kepada Presiden apakah beliau akan mengirim satu nama atau dua nama calon. "Satu nama kami terima, dua nama akan kami pilih salah satunya," tambahnya. Hanya, secara pribadi, Priyo berharap agar Presiden sudah menyerahkan nama calon kapolri pada awal Oktober.

"Dengan begitu, simpang siur yang selama ini selalu ditanyakan akan terjawab sudah," imbuh Priyo. Mengenai dua nama calon kapolri yang beredar, yakni Komjen Imam Sudjarwo dan Komjen Nanan Soekarna, Priyo menilai bahwa keduanya termasuk sosok yang diterima pimpinan parlemen. "Komjen Imam dan Nanan termasuk kriteria yang kami welcome," katanya.

(kompas)

Calon Kapolri, DPR Minta Publik Tak Desak Presiden

Pimpinan DPR, Priyo Budi Santoso, mengimbau agar publik tidak mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengirimkan nama calon kapolri kepada DPR. Menurut Priyo, pihak DPR tidak akan menagih nama kepada Presiden dan membiarkan Presiden menimbang matang-matang.

"Saya usulkan kepada publik, tidak mendesak Presiden. Biarkan pada waktu yang tepat. Beliau akan mengirimkan surat itu," ujar Priyo seusai rapat pimpinan DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/9/2010).

Priyo mengatakan, masih ada cukup waktu bagi dewan untuk menguji kelayakan dan kepatutan calon kapolri hingga memutuskan diterima atau tidaknya calon yang diajukan Presiden. Meskipun hingga minggu terakhir September ini Presiden belum mengirimkan nama calon kapolri, kinerja DPR tidak akan terganggu.

"Enggak, kalau kami hitung mekanisme DPR, sampai paripurna kembali, lebih kurang dua minggu. Atau, seperti panglima TNI, dipercepat tidak lebih dari seminggu dengan asumsi pensiunnya Bambang Hendarso pada 31 Oktober," paparnya.

Menurut Priyo, DPR juga tidak akan mempertanyakan secara resmi kepada Presiden apakah beliau akan mengirim satu nama atau dua nama calon. "Satu nama kami terima, dua nama akan kami pilih salah satunya," tambahnya. Hanya, secara pribadi, Priyo berharap agar Presiden sudah menyerahkan nama calon kapolri pada awal Oktober.

"Dengan begitu, simpang siur yang selama ini selalu ditanyakan akan terjawab sudah," imbuh Priyo. Mengenai dua nama calon kapolri yang beredar, yakni Komjen Imam Sudjarwo dan Komjen Nanan Soekarna, Priyo menilai bahwa keduanya termasuk sosok yang diterima pimpinan parlemen. "Komjen Imam dan Nanan termasuk kriteria yang kami welcome," katanya.

(kompas)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes