Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

30 September 2010

IHSG Akhirnya di Atas 3.500



Meski hanya naik tipis, Indeks Harga Saham Gabungan akhirnya berhasil bertahan di kisaran 3.500 pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia Kamis (30/9/2010). Berkali-kali IHSG menembuslevel psikologis ini, namun pada penutupan selalu di bawah 3.500.

IHSG ditutup naik 0,17 persen atau 5,83 poin pada 3.501,296. Sektor pertambangan dan properti menjadi pengangkat utama indeks di zona hijau.

Sementara indeks Kompas100 turun 0,08 persen, kemudian indeks LQ45 terkoreksi 0,03 persen, serta Jakarta Islamic Index melemah 0,09 persen.

Pada perdagangan yang cenderung datar ini, terdapat 113 saham naik, 119 saham turun dan 54 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 5,922 triliun dari 160.442 kali transaksi dengan volume 6,772 miliar saham.

IHSG Pagi Dibuka Naik 6,6 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (30/9) pagi dibuka naik 6,6 poin (0,19%) ke level 3.502,15. Volume perdagangan mencapai 77,2 juta lembar saham dengan nilai Rp123,5 miliar.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 51 saham naik, 19saham masih naik dan 67 saham stagnan. Indeks saham JII naik 1,1 poin ke 528,09 dan LQ45 naik 2.03 poin ke 654,16.

Penguatan indeks tidak mengikuti sentimen negatif dari Wall Street yang semalam di tutup turun karena investor memutuskan untuk wait and see earnings season yang mulai minggu depan. Selain itu, berbagai aksi protes jalanan di Eropa menentang program penghematan anggaran Pemerintah (austerity measures) membangkitkan kembali kecemasan bahwa negara-negara seperti Yunani dan Spanyol tidak akan berhasil menerapkan rencana untuk meenyehatkan kondisi keuangan mereka masing masing.

DJIA turun 22.9 poin (-0.21%) ke level 10,835.3, NASDAQ turun 3 poin (-0.13%) ke level 2,376.6 dan S&P500 kehilangan 2.97 poin (-0.26%) ke level 1,144.7.

Adapun saham-saham yang naik ialah AMFG naik Rp700 ke Rp6.950, ADES naik Rp575 ke Rp2.925, UNTR naik Rp200 ke Rp20.700, INTP naik Rp200 ke Rp18.900, BBCA naik Rp100 ke Rp9.900, RIGS naik Rp90 ke Rp960.

Sedangkan saham turun antara lain EXCL turun Rp250 ke Rp5.250 JPFA turun Rp50 ke Rp4.350,

CPIN turun Rp50 ke Rp8.550. [hid]

Rupiah Pagi Dibuka Naik 7 Poin di kisaran 8.927

Pada perdagangan Kamis (30/9) rupiah dibuka di kisaran 8.920-8.925 atau menguat tujuh poin dibandingkan penutupan kemarin di kisaran 8.927.

Analis valas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rahadyo Anggoro mengatakan, rupiah menguat terbatas hari ini. Hal ini dipengaruhi dari investor yang banyak melakukan aksi jual dolar AS untuk berinvestasi di Indonesia. Fundamental ekonomi Indonesia relatif baik menjadi daya tarik investor.

Selain itu, sentimen regional seperti penguatan mata uang euro mendukung penguatan rupiah. Mata uang euro menguat terhadap dolar AS dari 1,35 menjadi 1,36. "Data ekonomi dari The Fed yang jauh dari ekspektasi pasar memberikan sentimen positif untuk Euro. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Eropa diprediksikan lebih baik dari Amerika Serikat," tutur Rahadyo, Kamis (30/9).

Rahadyo menuturkan, penguatan euro akan tertahan. Hal inikarena lembaga pemeringkat S&P menurunkan peringkat Irlandia dari B menjai CCC. Rupiah pun akan mengaut terbatas hari ini karena Bank Indonesia (BI) akan menjaga kestabilan rupiah di kisaran 8.920. "Rupiah hari ini akan berada di kisaran 8.915-8.935," kata Rahadyo. [inilah]

StanChart: Ekonomi RI Unggulan Dunia 2011

Kalangan ekonom memperkirakan perekonomian Indonesia yang kini nomor 16 terbesar di dunia akan tampil sebagai ekonomi unggulan dunia pada tahun depan.

Demikian yang diungkapkan sejumlah ekonom Standard Chartered Bank dalam pernyataan resmi yang dikirimkan kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu malam, 29 September 2010. Pernyataan ini juga dia sampaikan kepada para klien dan sejumlah investor asing yang tengah berkunjung ke Indonesia.

Fauzi Ichsan, ekonom senior Standard Chartered Bank memperkirakan laju pertumbuhan PDB Indonesia akan mencapai 6,2 persen pada akhir tahun ini, 6,5 persen pada 2011 dan 7 persen pada 2012.

“Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, tingkat bunga global yang rendah dan tingginya harga komoditas," kata dia.

Namun, dia menekankan perlu percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong investasi bidang ekonomi riil serta pertumbuhan GDP di atas 7 persen. "Bank Indonesia juga harus siap untuk menaikkan suku bunga demi mengendalikan inflasi yang telah diperkirakan."

Fauzi dan beberapa ekonom lainnya memperkirakan apresiasi terhadap Rupiah akan terus meningkat sepanjang sisa tahun ini hingga tahun depan. Sejalan dengan itu, cadangan devisa juga akan terus meningkat untuk mendukung apresiasi tersebut.

Namun, Fauzi mengingatkan risiko terbesar terhadap kesempatan Indonesia untuk unggul dalam perekonomian global adalah kemungkinan kecil terjadinya krisis ekonomi global berganda serta risiko pelarian modal.

Kepala Bagian Riset Standard Chartered Bank untuk Asia Tenggara, Tai Hui, mengatakan: “Ketahanan Asia dalam menghadapi penurunan suhu ekonomi global memberi keyakinan bagi kami bahwa Asia akan tetap tangguh menghadapi kemungkinan adanya gejolak di masa depan."

Menurut dia, mata uang Asia akan terus mengalami apresiasi karena arus masuk modal, keamanan dan keunggulan performa perekonomian secara global.

Dalam beberapa bulan ke depan perekonomian besar dunia seperti Cina, India dan Indonesia akan tampil lebih baik. Ini dapat terjadi karena ekspor diperkirakan melambat pada sisa tahun 2010 dan selama semester pertama tahun 2011, yang disebabkan oleh melemahnya Amerika Serikat serta Eropa.

Dalam 12 bulan ke depan, Amerika Serikat dapat mengalami pemulihan ekonomi walau amat perlahan, karena masih lemahnya konsumsi domestik. "Pertumbuhan ekonomi di Cina akan sedang-sedang saja, tetapi ini akan membantu pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang di perekonomian yang besar," ujar Hui.

• VIVAnews

29 September 2010

Bursa Sentuh 3.500 Level Tertinggi Sejarah RI

Sejak awal tahun hingga akhir transaksi Rabu 29 September 2010, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melonjak tinggi sebesar 961,1 poin (37,9 persen) ke level 3.495,4. Pada penutupan perdagangan 2009, IHSG berada di posisi 2.534,35.

Meski sempat bermain di kisaran level 3.500 sepanjang transaksi hari ini, indeks bursa Indonesia tidak mampu mempertahankan level psikologis baru itu.

Namun, dengan level 3.495 tersebut, IHSG terus memperbarui rekor tertinggi sepanjang sejarah perdagangan di bursa efek. Hari ini, IHSG ditutup menguat 22,75 poin (0,66 persen). Padahal, pada sesi pertama, indeks sempat menyentuh level tertinggi 3.513,35.

Analis PT BNI Securities, Andri Zakarias dalam ulasannya mengatakan, jika mampu menembus resistance 3.484, IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hingga ke level 3.498.

Bila level tersebut juga tertembus, posisi IHSG berikutnya adalah 3.532 dan kemudian 3.550. "Bahkan bisa ke level 3.850, sekaligus merevisi target akhir tahun," tuturnya.

Volume transaksi yang dibukukan mencapai 14,8 juta lot senilai Rp5,92 triliun. Sebanyak 143 saham menguat, 98 melemah, 44 stagnan, dan 201 saham tidak terjadi transaksi.

• VIVAnews

28 September 2010

Harga Minyak Berakhir Bervariasi Karena Kekhawatiran Ekonomi

Harga Minyak Berakhir Bervariasi Karena Kekhawatiran EkonomiHarga minyak dunia ditutup bervariasi pada Selasa waktu setempat karena laporan data ekonomi terbaru menghidupkan kembali kekhawatiran tentang pemulihan, meredam "rally" minggu lalu.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November turun 34 sen menjadi 76,18 dolar per barel.

Tetapi minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan November naik 14 sen menjadi 78,71 dolar pada penutupan perdagangan.

Keyakinan dalam pemulihan ekonomi global dan pasar minyak terguncang setelah dua laporan menunjukkan ekonomi AS sedang kesulitan.

Sebuah laporan kunci oleh The Conference Board, sebuah perusahaan riset bisnis, mengatakan, warga Amerika pesimis tentang pemulihan ekonomi, melihat kondisi bisnis dan pasar kerjam emburuk.

Sebelumnya, indeks S&P/Case-Shiller menunjukkan harga rumah AS turun pada Juli dari bulan sebelumnya.

Analis mengatakan, investor pasar energi menarik napas setelah pekan lalu rally, yang memperlihatkan lonjakan harga minyak hampir tiga dolar.

Pasar "mengambil nafas. Minyak menurut pendapat saya telah overbought (kelebihan beli)," kata Victor Shum, seorang analis konsultan energi Purvin and Gertz.

"Sentimen pasar tampak tak menentu karena data makroekonomi global cukup miskin menyusul indikator ekonomi bervariasi dari Amerika Serikat dan Asia," kata analis Sucden Financial, Myrto Sokou.

"Investor akan tetap berhati-hati di tengah kondisi tidak menentu karena kekhawatiran baru tentang pemulihan ekonomi di zona euro terus mendominasi pasar dan membebani sentimen pasar," tambahnya.

Harga minyak telah ditutup beragam pada Senin di tengah kekhawatiran bagi kesehatan perekonomian dunia.

Phil Flynn, seorang analis minyak di PFG Best Research, mengatakan harga telah naik kuat pekan lalu didukung harga emas yang memecahkan rekor lebih tinggi. (antara)

Rp20 Triliun Kabur, Rupiah Goyang

Maraknya aliran dana asing (capital inflow) yang masuk ke Indonesia menimbulkan kerentanan dalam penanganan arus modal. Ironisnya, Indonesia belum mempunyai strategi menangani arus modal. Padahal, ini berbahaya jika tiba-tiba mendadak arus modal keluar dalam jumlah besar.

“Indonesia jangan terlena dengan arus modal masuk karena belum punya cara mengatur arus modal keluar. Jangan lupa, semua Surat Utang Negara dimiliki asing. Jika Rp20 triliun saja keluar, saya jamin rupiah akan goyang,” ucap Chief Economist Bank Mandiri, Mirza Adityaswara di Jakarta, Selasa, 28 September 2010.

Hal senada diungkapkan ekonom IPB, Iman Sugema. Menurut dia, capital inflow untuk jangka pendek tidak ada yang dikhawatirkan tetapi untuk jangka menengah dan panjang bisa berbahaya. Iman beranalisis berdasarkan pengalaman capital inflow yang tinggi dapat memicu krisis moneter terjadi pada 1997-1998.

Dia mengingatkan cadangan devisa Indonesia yang tinggi saat ini bukan berasal dari surplus perdagangan sehingga tidak memiliki fundamental yang bagus. Ironisnya, Indonesia terlalu memaksakan utang obligasi dari pasar sehingga suku bunga diatur oleh pasar. Semakin besar obligasi yang dikeluarkan pemerintah maka semakin besar refinancing untuk tahun berikutnya.

• VIVAnews

Rp20 Triliun Kabur, Rupiah Goyang

Maraknya aliran dana asing (capital inflow) yang masuk ke Indonesia menimbulkan kerentanan dalam penanganan arus modal. Ironisnya, Indonesia belum mempunyai strategi menangani arus modal. Padahal, ini berbahaya jika tiba-tiba mendadak arus modal keluar dalam jumlah besar.

“Indonesia jangan terlena dengan arus modal masuk karena belum punya cara mengatur arus modal keluar. Jangan lupa, semua Surat Utang Negara dimiliki asing. Jika Rp20 triliun saja keluar, saya jamin rupiah akan goyang,” ucap Chief Economist Bank Mandiri, Mirza Adityaswara di Jakarta, Selasa, 28 September 2010.

Hal senada diungkapkan ekonom IPB, Iman Sugema. Menurut dia, capital inflow untuk jangka pendek tidak ada yang dikhawatirkan tetapi untuk jangka menengah dan panjang bisa berbahaya. Iman beranalisis berdasarkan pengalaman capital inflow yang tinggi dapat memicu krisis moneter terjadi pada 1997-1998.

Dia mengingatkan cadangan devisa Indonesia yang tinggi saat ini bukan berasal dari surplus perdagangan sehingga tidak memiliki fundamental yang bagus. Ironisnya, Indonesia terlalu memaksakan utang obligasi dari pasar sehingga suku bunga diatur oleh pasar. Semakin besar obligasi yang dikeluarkan pemerintah maka semakin besar refinancing untuk tahun berikutnya.

• VIVAnews

IHSG Sesi I Cetak Rekor di 3.519,87

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (28/9) sesi I ditutup naik 51,83 poin (1,49%) ke level 3.519,87. Volume perdagangan mencapai 3,4 miliar lembar saham dengan nilai Rp33,2 triliun.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 145 saham naik, 76 saham masih naik dan 56 saham stagnan. Indeks saham JII naik 7,5 poin ke 535,91 dan LQ45 naik 9,6 poin ke 660,56.

Menurut analis saham BNI Securities, Andris Zakaria Siregar, IHSG menguat karena didorong kuatnya inflow, dari ekspektasi rendahnya inflasi bulan September, penguatan dolar dari imbas pelemahan dolar AS, pertumbuhan ekonomi tahun 2011 yang direvisi naik menjadi 6.4%, CDS RI menurun, isu daya saing RI meningkat 10 point dan investor asing juga masih net buy dalam 2 sesi perdagangan terakhir. Penguataan rupiah dari imbas pelemahan dolar AS.

"Kondisi tersebut juga didukung isu sejumlah emiten unggulan yang positif seperti right issue BNI/BMRI, IPO Harum Energy & IPO CBP Indofood di awal Oktober," katanya kepada INILAH.COM, Selasa (28/9).

Sementara analis saham Milenium Danatama Sekuritas, Ahmad Riyadi mengingatkan kenaikan ini perlu diwaspadai investor. Sebab pergerakannya akan cenderung tipis setelah menembus level 3.500. "Sesi II ada penurnan sehingga IHSG bisa merah. Walaupun saham perbankan masih kuat sehingga IHSG masih sedikit bertahan," katanya.

Indeks Dow Jones jatuh 48,22 poin (0,4%) ke level 10.812,04.Rata-rata saham blue chip tetap pada lajunya untuk kinerja terbaik September sejak 1939. Sebanyak 24 dari 30 komponen Dow Jones turun.

Adapun saham-saham yang naik ialah GGRM naik Rp2.000 ke Rp50.850, TOTO naik Rp1.800 ke Rp12.000, ASII naik Rp1.700 ke Rp59.800, ITMG naik Rp850 ke Rp41.200, LMSH naik Rp700 ke Rp3.600, SMAR naik Rp550 ke Rp5.550.

Sedangkan saham turun antara lain INVS turun Rp500 ke Rp3.000, TPIA turun Rp175 ke Rp3.500,

NISP turun Rp150 ke Rp2.250,

TOWR turun Rp100 ke Rp6.500,

UNVR turun Rp100 ke Rp17.00. [inilah]

IHSG Sesi I Cetak Rekor di 3.519,87

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (28/9) sesi I ditutup naik 51,83 poin (1,49%) ke level 3.519,87. Volume perdagangan mencapai 3,4 miliar lembar saham dengan nilai Rp33,2 triliun.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 145 saham naik, 76 saham masih naik dan 56 saham stagnan. Indeks saham JII naik 7,5 poin ke 535,91 dan LQ45 naik 9,6 poin ke 660,56.

Menurut analis saham BNI Securities, Andris Zakaria Siregar, IHSG menguat karena didorong kuatnya inflow, dari ekspektasi rendahnya inflasi bulan September, penguatan dolar dari imbas pelemahan dolar AS, pertumbuhan ekonomi tahun 2011 yang direvisi naik menjadi 6.4%, CDS RI menurun, isu daya saing RI meningkat 10 point dan investor asing juga masih net buy dalam 2 sesi perdagangan terakhir. Penguataan rupiah dari imbas pelemahan dolar AS.

"Kondisi tersebut juga didukung isu sejumlah emiten unggulan yang positif seperti right issue BNI/BMRI, IPO Harum Energy & IPO CBP Indofood di awal Oktober," katanya kepada INILAH.COM, Selasa (28/9).

Sementara analis saham Milenium Danatama Sekuritas, Ahmad Riyadi mengingatkan kenaikan ini perlu diwaspadai investor. Sebab pergerakannya akan cenderung tipis setelah menembus level 3.500. "Sesi II ada penurnan sehingga IHSG bisa merah. Walaupun saham perbankan masih kuat sehingga IHSG masih sedikit bertahan," katanya.

Indeks Dow Jones jatuh 48,22 poin (0,4%) ke level 10.812,04.Rata-rata saham blue chip tetap pada lajunya untuk kinerja terbaik September sejak 1939. Sebanyak 24 dari 30 komponen Dow Jones turun.

Adapun saham-saham yang naik ialah GGRM naik Rp2.000 ke Rp50.850, TOTO naik Rp1.800 ke Rp12.000, ASII naik Rp1.700 ke Rp59.800, ITMG naik Rp850 ke Rp41.200, LMSH naik Rp700 ke Rp3.600, SMAR naik Rp550 ke Rp5.550.

Sedangkan saham turun antara lain INVS turun Rp500 ke Rp3.000, TPIA turun Rp175 ke Rp3.500,

NISP turun Rp150 ke Rp2.250,

TOWR turun Rp100 ke Rp6.500,

UNVR turun Rp100 ke Rp17.00. [inilah]

Ekonomi Indonesia Berkembang Pesat

Berbeda dengan perekonomian negara-negara maju di dunia yang diterpa krisis, perekonomian Indonesia terus berkembang pesat. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,2 persen di kwartal kedua tahun 2010 .

Angka pertumbuhan tersebut merupakan yang tercepat sejak krisis ekonomi global dua tahun lalu.

Demikian hasil Laporan Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia terbaru yang diluncurkan oleh Bank Dunia, Selasa ( 28/9/2010 ) dalam acara Indonesia Economic Quarterly: Looking Forward di Gedung The Energy SCBD, Jakarta.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengubah fokus kebijakan ke arah pertumbuhan jangka panjang, yakni lewat kebijakan-kebijakan yang dapat mendukung investasi dengan lebih baik serta mencapai hasil sosial yang lebih kuat bagi seluruh warga Indonesia.

"Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan sebesar 7 persen pada tahun 2014. Hal itu bisa dicapai dengan investasi lebih besar pada infrastruktur, pengembangan keterampilan, dan peningkatan produktivitas," sebut Bank Dunia dalam Laporan Triwulan Ekonomi Indonesia.

Masuknya arus modal yang kuat dari luar negeri menandai pulihnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selama bulan Juni dan Agustus 2010, arus modal terhitung sebesar 7,3 miliar dollar AS masuk ke Indonesia.

"Dengan arus modal ini diharapkan bisa membantu potensi pertumbuhan Indonesia, serta mendukung perbaikan taraf hidup seluruh penduduk," kata Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia, Enrique Blanco Armas.

Agustus 2010 lalu tingkat inflasi Indonesia berhasil kembali ke rata-rata lampau. Padahal, sempat terjadi sedikit gejolak antara Juni dan Agustus akibat pangan yang terkena dampak musim kemarau dengan curah hujan tinggi.

Musim kemarau yang tak lazim ini mempengaruhi harga pangan, terutama rempah-rempah dan harga beras.

Menurut Enrique, tingginya harga beras lokal dibandingkan harga internasional memang cukup mengganggu ekonomi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Sebab, sebagian besar belanja keluarga adalah untuk makanan. "Gangguan itu tak perlu dirisaukan karena hanya sementara," ujarnya.

Ke depan, Bank Dunia berharap pemerintah Indonesia mampu menghadapi tekanan inflasi dan menjaga kestabilan arus modal. "Melihat ke masa depan, tantangan kebijakan untuk jangka waktu pendek adalah bagaimana kita dapat menanggapi tekanan inflasi sembari memastikan arus capital inflow yang lebih stabil dan berkelanjutan," jelas Enrique.


Source : Kompas.com





Ekonomi Indonesia Berkembang Pesat

Berbeda dengan perekonomian negara-negara maju di dunia yang diterpa krisis, perekonomian Indonesia terus berkembang pesat. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,2 persen di kwartal kedua tahun 2010 .

Angka pertumbuhan tersebut merupakan yang tercepat sejak krisis ekonomi global dua tahun lalu.

Demikian hasil Laporan Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia terbaru yang diluncurkan oleh Bank Dunia, Selasa ( 28/9/2010 ) dalam acara Indonesia Economic Quarterly: Looking Forward di Gedung The Energy SCBD, Jakarta.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengubah fokus kebijakan ke arah pertumbuhan jangka panjang, yakni lewat kebijakan-kebijakan yang dapat mendukung investasi dengan lebih baik serta mencapai hasil sosial yang lebih kuat bagi seluruh warga Indonesia.

"Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan sebesar 7 persen pada tahun 2014. Hal itu bisa dicapai dengan investasi lebih besar pada infrastruktur, pengembangan keterampilan, dan peningkatan produktivitas," sebut Bank Dunia dalam Laporan Triwulan Ekonomi Indonesia.

Masuknya arus modal yang kuat dari luar negeri menandai pulihnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selama bulan Juni dan Agustus 2010, arus modal terhitung sebesar 7,3 miliar dollar AS masuk ke Indonesia.

"Dengan arus modal ini diharapkan bisa membantu potensi pertumbuhan Indonesia, serta mendukung perbaikan taraf hidup seluruh penduduk," kata Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia, Enrique Blanco Armas.

Agustus 2010 lalu tingkat inflasi Indonesia berhasil kembali ke rata-rata lampau. Padahal, sempat terjadi sedikit gejolak antara Juni dan Agustus akibat pangan yang terkena dampak musim kemarau dengan curah hujan tinggi.

Musim kemarau yang tak lazim ini mempengaruhi harga pangan, terutama rempah-rempah dan harga beras.

Menurut Enrique, tingginya harga beras lokal dibandingkan harga internasional memang cukup mengganggu ekonomi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Sebab, sebagian besar belanja keluarga adalah untuk makanan. "Gangguan itu tak perlu dirisaukan karena hanya sementara," ujarnya.

Ke depan, Bank Dunia berharap pemerintah Indonesia mampu menghadapi tekanan inflasi dan menjaga kestabilan arus modal. "Melihat ke masa depan, tantangan kebijakan untuk jangka waktu pendek adalah bagaimana kita dapat menanggapi tekanan inflasi sembari memastikan arus capital inflow yang lebih stabil dan berkelanjutan," jelas Enrique.


Source : Kompas.com





Berita Merger Gagal Selamatkan Wall Street

Pasar saham Amerika Serikat merosot pada jam-jam terakhir perdagangan Senin waktu setempat. Berita merger pada pagi hari tidak mampu mempertahankan kenaikan beruntun sesi sebelumnya.

Indeks utama tenggelam di jam-jam terakhir perdagangan di tengah perdagangan ringan dan sedikit data ekonomi yang menggerakkan pasar. "Tidak bersemangatnya para pelaku pasar mencerminkan kurangnya minat pada sebagian dari pedagang di tengah aliran berita ringan sesi ini," kata analis dari Briefing.com.

Indeks  saham blue-chip Dow Jones Industrial Average turun 48,22 poin (0,44 persen) menjadi 10.812,04, pada  penutupan perdagangan. Indeks S&P 500 yang lebih luas turun 6,51 poin (0,57 persen) menjadi 1.142,16 poin dan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 11,45 poin (0,48 persen) menjadi 2.369,77.

Pada awal perdagangan, pedagang  menerima berita bahwa maskapai penerbangan bertarif rendah AS Southwest Airlines akan mengakuisisi AirTran Airways senilai 1,4 miliar dollar AS.

Kesepakatan itu akan melihat Southwest menanggung utang AirTran ada dan operasi penyewaan pesawat, sehingga total nilai transaksi menjadi sekitar 3,4 miliar dollar, Southwest mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Saham AirTran Holdings naik lebih dari 61 persen pada berita tentang pengambilalihan tersebut. Saham Southwest naik hampir sembilan persen.

Dalam berita pengambilalihan lain, Wal-Mart mengatakan telah mengadakan pembicaraan untuk membeli grosir Afrika Selatan Massmart untuk 4,2 miliar dollar, sebagai pengecer terbesar di dunia berusaha untuk masuk ke ekonomi terbesar Afrika.

Massmart, yang mengelola beberapa jaringan ritel terbesar Afrika Selatan, mengoperasikan 288 gerai di 14 negara di seluruh benua. Perusahaan melaporkan penjualan tahunan sebesar 6,1 miliar dollar tahun lalu. Saham Wal-Mart turun kembali satu persen.

Sumber : ANT, AFP, kompas

Berita Merger Gagal Selamatkan Wall Street

Pasar saham Amerika Serikat merosot pada jam-jam terakhir perdagangan Senin waktu setempat. Berita merger pada pagi hari tidak mampu mempertahankan kenaikan beruntun sesi sebelumnya.

Indeks utama tenggelam di jam-jam terakhir perdagangan di tengah perdagangan ringan dan sedikit data ekonomi yang menggerakkan pasar. "Tidak bersemangatnya para pelaku pasar mencerminkan kurangnya minat pada sebagian dari pedagang di tengah aliran berita ringan sesi ini," kata analis dari Briefing.com.

Indeks  saham blue-chip Dow Jones Industrial Average turun 48,22 poin (0,44 persen) menjadi 10.812,04, pada  penutupan perdagangan. Indeks S&P 500 yang lebih luas turun 6,51 poin (0,57 persen) menjadi 1.142,16 poin dan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 11,45 poin (0,48 persen) menjadi 2.369,77.

Pada awal perdagangan, pedagang  menerima berita bahwa maskapai penerbangan bertarif rendah AS Southwest Airlines akan mengakuisisi AirTran Airways senilai 1,4 miliar dollar AS.

Kesepakatan itu akan melihat Southwest menanggung utang AirTran ada dan operasi penyewaan pesawat, sehingga total nilai transaksi menjadi sekitar 3,4 miliar dollar, Southwest mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Saham AirTran Holdings naik lebih dari 61 persen pada berita tentang pengambilalihan tersebut. Saham Southwest naik hampir sembilan persen.

Dalam berita pengambilalihan lain, Wal-Mart mengatakan telah mengadakan pembicaraan untuk membeli grosir Afrika Selatan Massmart untuk 4,2 miliar dollar, sebagai pengecer terbesar di dunia berusaha untuk masuk ke ekonomi terbesar Afrika.

Massmart, yang mengelola beberapa jaringan ritel terbesar Afrika Selatan, mengoperasikan 288 gerai di 14 negara di seluruh benua. Perusahaan melaporkan penjualan tahunan sebesar 6,1 miliar dollar tahun lalu. Saham Wal-Mart turun kembali satu persen.

Sumber : ANT, AFP, kompas

27 September 2010

Berapa Besar Gaji Bankir Bank BUMN?

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar tim ekonomi melakukan evaluasi terhadap gaji direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Presiden mengingatkan belajar dari krisis finansial global 2008, banyak perusahaan di dunia bangkrut lantaran mengalokasikan belanja pegawai terlampau tinggi.

SBY menekankan selama kinerjanya baik dan direksi sregep (rajin) tidak masalah gaji direksi BUMN tinggi hingga 10 kali lipat dari gaji yang diperoleh Presiden. Sebaliknya, SBY menegaskan jika gaji tinggi namun kinerjanya tidak bagus, menteri ekonomi perlu mengevaluasinya.

Bila mengingat kembali berita masa krisis finansial global 2008, tak bisa dipungkiri banyak perusahaan finansial ambruk gara-gara gaji super tinggi para eksekutifnya. Mereka pun mendapat kritik tajam karena pada saat krisis masih menikmati gaji tinggi.

Namun, pada Januari 2010, di hadapan kongres Amerika Serikat pada bankir top AS meminta maaf dan menyesal karena telah menimbulkan krisis sehingga rakyat Amerika harus menalangi biaya krisis hingga US$100 miliar. Mereka pun tak lagi menerima bonus, meski tetap digaji.

Itu yang terjadi di AS. Di Indonesia, sepanjang 2009, tak lama setelah puncak krisis pada akhir 2008, bank-bank nasional luput dari terjangan krisis. Ada Bank Century yang ambruk, sedangkan bank-bank lainnya termasuk bank-bank BUMN pun cemas, meski akhirnya malah meraup untung.

Karena itu, di saat para bankir asing di AS gigit jari tak meraih bonus, para bankir di Indonesia malah bagi-bagi bonus besar atas laba pada 2009. Tak pelak, penghasilan yang diterima bankir bank BUMN pun berlipat-ganda. Apalagi, jika dibandingkan dengan gaji Presiden.

Pertanyaannya berapa sesungguhnya gaji bankir bank negara, dan bagaimana pula kinerja bank-bank pelat merah tersebut? Berikut ini rangkuman VIVAnews dari laporan keuangan empat bank BUMN yang dipublish di pasar modal.

1. Bank Mandiri
Direktur Bank Mandiri Zulkifli Zaini PT Bank Mandiri Tbk adalah bank yang bergerak di berbagai segmen bisnis keuangan. Gaji seorang direktur utama Mandiri mengacu hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 4 Mei 2009 adalah Rp 166 juta netto per bulan atau naik 11,06% dari 2008.

Sepanjang 2009, 11 orang direksi Mandiri memperoleh gaji Rp27,57 miliar, tunjangan Rp17,51 miliar dan bonus Rp48,0 miliar. Totalnya adalah Rp93,08 miliar pada 2009 setara dengan Rp7 miliar per tahun atau Rp705 juta per bulan.
Pada Mei 2010, gaji dan tunjangan memang tidak naik, tetapi bonus direksi dan komisaris Mandiri naik dari Rp60 miliar (direksi Rp48 miliar, komisaris Rp12,8 miliar) pada Mei 2009 menjadi Rp83 miliar. Itu belum termasuk fasilitas bagi 11 direksi berupa perumahan Rp1 miliar, transportasi Rp3,87 miliar dan santunan Rp 4,69 miliar.

Sejauh ini, menurut data BI, Bank Mandiri masih memegang posisi nomor satu sebagai bank terbesar di Indonesia dengan total aset Rp375 triliun pada 2009. Laba yang diraih oleh Mandiri Rp7,15 triliun.
2. Bank Rakyat Indonesia
Direktur Utama BRI, Sofyan Basir PT Bank Rakyat Indonesia Tbk merupakan bank terbesar kedua di Indonesia. Jumlah gaji dan tunjangan yang diperoleh sepuluh orang anggota direksi BRI naik signifikan dari Rp25,2 miliar pada 2008 menjadi Rp40,3 miliar pada 2009. Dengan begitu, rata-rata seorang direktur BRI menerima penghasilan Rp4 miliar per tahun atau Rp333 juta per bulan. Namun, itu belum termasuk bonus, insentif dan tantiem yang diterima oleh direksi, komisaris hingga pejabat eksekutif BRI yang totalnya mencapai Rp159,9 miliar pada 2009.

Menurut data Bank Indonesia, total aset BRI hingga akhir Desember sebesar Rp318 triliun. Sedangkan, total laba bersih yang diperoleh BRI atau Rp7,31 triliun sepanjang 2009 atau naik 22,66 persen dibanding 2008. Laba itu adalah yang terbesar untuk perbankan di Indonesia, bahkan mengalahkan Mandiri, bank terbesar di Indonesia.



3. Bank Negara Indonesia

Dirur BNI Gatot M Suwondo PT Bank Negara Indonesia Tbk adalah bank negara yang bergerak di berbagai segmen bisnis perbankan. Total gaji dan kompensasi yang diterima oleh direksi dan komisaris BNI pada 2009 adalah Rp42 miliar. Dengan asumsi, komposisi penghasilan direksi dan komisaris BNI tak jauh berbeda dengan bank BUMN lainnya, penghasilan sembilan direksi BNI kemungkinan Rp34 miliar selama 2009. Atau penghasilan seorang direktur BNI sekitar Rp3,7 miliar per tahun atau Rp314 juta per bulan.

Menurut data Bank Indonesia, BNI adalah bank terbesar keempat di Indonesia dengan total aset Rp226 triliun. Bank yang dipimpin oleh Gatot Suwondo ini masih kalah dengan BCA dengan total aset Rp283 triliun. Laba yang diraih perseroan meningkat dari Rp 1,22 triliun pada 2008 menjadi Rp 2,48 triliun selama 2009.
4. Bank Tabungan Negara
Dirut BTN Iqbal Latanro (tengah) PT Bank Tabungan Negara Tbk merupakan bank milik negara yang fokus menangani perumahan. Total gaji dan kompensasi, termasuk tantiem yang dibayarkan kepada enam direksi BTN adalah Rp27,06 miliar atau rata-rata Rp4,5 miliar per orang pada 2009. Setiap bulan, rata-rata seorang direksi BTN memperoleh Rp376 juta.

BTN merupakan bank terbesar ke-sepuluh di Indonesia dengan total aset Rp58 triliun pada akhir tahun lalu atau naik dari Rp44 triliun pada 2008. Total laba yang diraih oleh bank yang dipimpin oleh Iqbal Latanro ini cuma naik sedikit dari Rp430 miliar pada 2008 menjadi Rp490 miliar.

• VIVAnews

Berapa Besar Gaji Bankir Bank BUMN?

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar tim ekonomi melakukan evaluasi terhadap gaji direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Presiden mengingatkan belajar dari krisis finansial global 2008, banyak perusahaan di dunia bangkrut lantaran mengalokasikan belanja pegawai terlampau tinggi.

SBY menekankan selama kinerjanya baik dan direksi sregep (rajin) tidak masalah gaji direksi BUMN tinggi hingga 10 kali lipat dari gaji yang diperoleh Presiden. Sebaliknya, SBY menegaskan jika gaji tinggi namun kinerjanya tidak bagus, menteri ekonomi perlu mengevaluasinya.

Bila mengingat kembali berita masa krisis finansial global 2008, tak bisa dipungkiri banyak perusahaan finansial ambruk gara-gara gaji super tinggi para eksekutifnya. Mereka pun mendapat kritik tajam karena pada saat krisis masih menikmati gaji tinggi.

Namun, pada Januari 2010, di hadapan kongres Amerika Serikat pada bankir top AS meminta maaf dan menyesal karena telah menimbulkan krisis sehingga rakyat Amerika harus menalangi biaya krisis hingga US$100 miliar. Mereka pun tak lagi menerima bonus, meski tetap digaji.

Itu yang terjadi di AS. Di Indonesia, sepanjang 2009, tak lama setelah puncak krisis pada akhir 2008, bank-bank nasional luput dari terjangan krisis. Ada Bank Century yang ambruk, sedangkan bank-bank lainnya termasuk bank-bank BUMN pun cemas, meski akhirnya malah meraup untung.

Karena itu, di saat para bankir asing di AS gigit jari tak meraih bonus, para bankir di Indonesia malah bagi-bagi bonus besar atas laba pada 2009. Tak pelak, penghasilan yang diterima bankir bank BUMN pun berlipat-ganda. Apalagi, jika dibandingkan dengan gaji Presiden.

Pertanyaannya berapa sesungguhnya gaji bankir bank negara, dan bagaimana pula kinerja bank-bank pelat merah tersebut? Berikut ini rangkuman VIVAnews dari laporan keuangan empat bank BUMN yang dipublish di pasar modal.

1. Bank Mandiri
Direktur Bank Mandiri Zulkifli Zaini PT Bank Mandiri Tbk adalah bank yang bergerak di berbagai segmen bisnis keuangan. Gaji seorang direktur utama Mandiri mengacu hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 4 Mei 2009 adalah Rp 166 juta netto per bulan atau naik 11,06% dari 2008.

Sepanjang 2009, 11 orang direksi Mandiri memperoleh gaji Rp27,57 miliar, tunjangan Rp17,51 miliar dan bonus Rp48,0 miliar. Totalnya adalah Rp93,08 miliar pada 2009 setara dengan Rp7 miliar per tahun atau Rp705 juta per bulan.
Pada Mei 2010, gaji dan tunjangan memang tidak naik, tetapi bonus direksi dan komisaris Mandiri naik dari Rp60 miliar (direksi Rp48 miliar, komisaris Rp12,8 miliar) pada Mei 2009 menjadi Rp83 miliar. Itu belum termasuk fasilitas bagi 11 direksi berupa perumahan Rp1 miliar, transportasi Rp3,87 miliar dan santunan Rp 4,69 miliar.

Sejauh ini, menurut data BI, Bank Mandiri masih memegang posisi nomor satu sebagai bank terbesar di Indonesia dengan total aset Rp375 triliun pada 2009. Laba yang diraih oleh Mandiri Rp7,15 triliun.
2. Bank Rakyat Indonesia
Direktur Utama BRI, Sofyan Basir PT Bank Rakyat Indonesia Tbk merupakan bank terbesar kedua di Indonesia. Jumlah gaji dan tunjangan yang diperoleh sepuluh orang anggota direksi BRI naik signifikan dari Rp25,2 miliar pada 2008 menjadi Rp40,3 miliar pada 2009. Dengan begitu, rata-rata seorang direktur BRI menerima penghasilan Rp4 miliar per tahun atau Rp333 juta per bulan. Namun, itu belum termasuk bonus, insentif dan tantiem yang diterima oleh direksi, komisaris hingga pejabat eksekutif BRI yang totalnya mencapai Rp159,9 miliar pada 2009.

Menurut data Bank Indonesia, total aset BRI hingga akhir Desember sebesar Rp318 triliun. Sedangkan, total laba bersih yang diperoleh BRI atau Rp7,31 triliun sepanjang 2009 atau naik 22,66 persen dibanding 2008. Laba itu adalah yang terbesar untuk perbankan di Indonesia, bahkan mengalahkan Mandiri, bank terbesar di Indonesia.



3. Bank Negara Indonesia

Dirur BNI Gatot M Suwondo PT Bank Negara Indonesia Tbk adalah bank negara yang bergerak di berbagai segmen bisnis perbankan. Total gaji dan kompensasi yang diterima oleh direksi dan komisaris BNI pada 2009 adalah Rp42 miliar. Dengan asumsi, komposisi penghasilan direksi dan komisaris BNI tak jauh berbeda dengan bank BUMN lainnya, penghasilan sembilan direksi BNI kemungkinan Rp34 miliar selama 2009. Atau penghasilan seorang direktur BNI sekitar Rp3,7 miliar per tahun atau Rp314 juta per bulan.

Menurut data Bank Indonesia, BNI adalah bank terbesar keempat di Indonesia dengan total aset Rp226 triliun. Bank yang dipimpin oleh Gatot Suwondo ini masih kalah dengan BCA dengan total aset Rp283 triliun. Laba yang diraih perseroan meningkat dari Rp 1,22 triliun pada 2008 menjadi Rp 2,48 triliun selama 2009.
4. Bank Tabungan Negara
Dirut BTN Iqbal Latanro (tengah) PT Bank Tabungan Negara Tbk merupakan bank milik negara yang fokus menangani perumahan. Total gaji dan kompensasi, termasuk tantiem yang dibayarkan kepada enam direksi BTN adalah Rp27,06 miliar atau rata-rata Rp4,5 miliar per orang pada 2009. Setiap bulan, rata-rata seorang direksi BTN memperoleh Rp376 juta.

BTN merupakan bank terbesar ke-sepuluh di Indonesia dengan total aset Rp58 triliun pada akhir tahun lalu atau naik dari Rp44 triliun pada 2008. Total laba yang diraih oleh bank yang dipimpin oleh Iqbal Latanro ini cuma naik sedikit dari Rp430 miliar pada 2008 menjadi Rp490 miliar.

• VIVAnews

Stimulus AS Picu Rupiah Menguat 2 Poin

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (27/9) ditutup menguat 2 poin (0,02%) jadi 8.951/8.956 dari posisi pekan lalu, 8.953/8.954 per dolar AS.

Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah hari ini masih dipicu oleh sentimen pelemahan dolar AS. Hal ini terkait dengan rencana The Fed melakukan stimulus kembali atau pelonggaran kuantitatif (quantitative easing).

Tapi, apa bentuk dari rencana kebijakan ini, belum resmi disebutkan The Fed. Pada Kamis (30/9) ini, The Fed akan melakukan testimoni di hadapan Senat komisi perbankan, mengenai implementasi Undang-undang Reformasi Keuangan yang baru. “Pasar memperkirakan, The Fed akan membicara terkait bentuk pelonggaran kuantitatif tersebut,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (27/9).

Lebih lanjut, Ariston mengatakan, dalam lima hari terakhir, isu pelonggaran kuantitatif ini terus mewarnai pasar dan terus menekan dolar AS. Rupiah pun menguat perlahan tapi pasti dalam lima hari terakhir. “Menguat, tapi takut-takut seperti ada phsicological barier (halangan psikologis), di bawah level 9.000,” ucapnya.

Sebab, level-level tersebut dinilai pemerintah merupakan angka yang tidak terlalu baik. Akibatnya, sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam kisaran sangat sempit di level terkuat 8.946 dan terlemah 8.952 per dolar AS. “Tapi, sentimen faktornya masih tetap mendukung penguatan rupiah,” tandasnya.

Hanya saja, dolar AS terhadap mata uang utama hari ini mengalami kenaikan tipis karena faktor teknikal setelah mata uang lain menguat tajam. Begitu juga terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). “Dolar AS ditransaksikan menguat ke level US$1,3429 dari posisi kemarin US$1,3488 per euro,” pungkas Ariston. [inilah]

Stimulus AS Picu Rupiah Menguat 2 Poin

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (27/9) ditutup menguat 2 poin (0,02%) jadi 8.951/8.956 dari posisi pekan lalu, 8.953/8.954 per dolar AS.

Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah hari ini masih dipicu oleh sentimen pelemahan dolar AS. Hal ini terkait dengan rencana The Fed melakukan stimulus kembali atau pelonggaran kuantitatif (quantitative easing).

Tapi, apa bentuk dari rencana kebijakan ini, belum resmi disebutkan The Fed. Pada Kamis (30/9) ini, The Fed akan melakukan testimoni di hadapan Senat komisi perbankan, mengenai implementasi Undang-undang Reformasi Keuangan yang baru. “Pasar memperkirakan, The Fed akan membicara terkait bentuk pelonggaran kuantitatif tersebut,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (27/9).

Lebih lanjut, Ariston mengatakan, dalam lima hari terakhir, isu pelonggaran kuantitatif ini terus mewarnai pasar dan terus menekan dolar AS. Rupiah pun menguat perlahan tapi pasti dalam lima hari terakhir. “Menguat, tapi takut-takut seperti ada phsicological barier (halangan psikologis), di bawah level 9.000,” ucapnya.

Sebab, level-level tersebut dinilai pemerintah merupakan angka yang tidak terlalu baik. Akibatnya, sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam kisaran sangat sempit di level terkuat 8.946 dan terlemah 8.952 per dolar AS. “Tapi, sentimen faktornya masih tetap mendukung penguatan rupiah,” tandasnya.

Hanya saja, dolar AS terhadap mata uang utama hari ini mengalami kenaikan tipis karena faktor teknikal setelah mata uang lain menguat tajam. Begitu juga terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). “Dolar AS ditransaksikan menguat ke level US$1,3429 dari posisi kemarin US$1,3488 per euro,” pungkas Ariston. [inilah]

Ini Dia Raksasa Baru Petrokimia RI

PT Tri Polyta Indonesia Tbk menyatakan akan merger dengan PT Chandra Asri membentuk perusahaan petrokimia terintegrasi yang efisien dan saling menguntungkan. Merger ini membentuk satu perusahaan petrokimia baru terbesar di Indonesia dan berskala global.

Direktur Tri Polyta Suryandi, Minggu (26/9/2010) di Jakarta, mengatakan, manajemen Tri Polyta akan menyerahkan pernyataan pendaftaran dan rancangan merger dengan PT Chandra Asri kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta kreditor perseroan, Senin ini.

Pada hari itu juga, perseroan akan mengumumkan rencana rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan kepada pemegang saham dan publik.

Aksi korporasi penggabungan kedua perusahaan yang bergerak di sektor petrokimia tersebut akan dilakukan melalui RUPSLB yang dijadwalkan 27 Oktober 2010. Diharapkan, perusahaan baru dengan nama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sudah efektif pada 1 Januari 2011.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, kata Suryandi, selanjutnya akan menjadi sebuah perusahaan petrokimia yang terintegrasi dengan kegiatan usaha yang mencakup hampir semua aspek rantai produksi petrokimia dan menghasilkan beberapa produk untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat luas. Gabungan kedua perusahaan tersebut juga akan membuat perusahaan baru yang lebih efisien dan menguntungkan bagi perusahaan, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Suryandi, merger Tri Polyta dengan PT Chandra Asri merupakan merger vertikal antaranak perusahaan PT Barito Pacific Tbk. Menurut dia, tidak akan ada benturan kepentingan, mengingat merger yang dilakukan terbatas pada pertukaran saham (share swap) antarkedua perusahaan. ”Merger ini akan memberikan sinergi yang menguntungkan bagi kedua perusahaan. Sebab, selama ini kebutuhan bahan baku kami dipenuhi oleh PT Chandra Asri,” kata Suryandi.

Beberapa manfaat yang dihasilkan dari penggabungan Chandra Asri dan Tri Polyta di antaranya akan membuat aktivitas produksi lebih efisien sehingga akan memberikan keuntungan strategis jangka panjang dari sisi operasional dan logistik.

Dengan menjadi perusahaan petrokimia yang terintegrasi, perusahaan yang baru akan memiliki kemampuan pendanaan yang lebih besar dan menciptakan peluang bisnis lebih baik sehingga dapat meningkatkan kinerja perseroan.

Menurut Sekretaris Perusahaan Chandra Asri Suhat Miyarso, keputusan merger dilakukan setelah melalui proses uji tuntas (due dilligence) ketat sejak Juli 2010. Proses tersebut dilakukan dengan memerhatikan masukan untuk menciptakan keuntungan bagi semua pemegang saham dan pemangku kepentingan perseroan. ”Proses merger ini juga telah memerhatikan beberapa aspek, seperti kepentingan karyawan, kreditor, pemegang saham, dan stakeholder lainnya dari kedua perusahaan,” ujar Suhat menegaskan.

Tri Polyta yang berdiri tahun 1988 dan beroperasi komersial sejak tahun 1992 merupakan perusahaan yang memproduksi bijih plastik polypropylene dengan kapasitas produksi saat ini 360 kiloton per annum. Polypropylene adalah bahan baku untuk beberapa produk konsumen, seperti kemasan makanan, perabot rumah tangga, komponen otomotif, dan peralatan elektronik.

PT Barito Pacific Tbk pada 5 Agustus 2008 menguasai 77,93 persen saham Tri Polyta. Dengan pangsa pasar sebesar 46 persen, total aset Tri Polyta saat ini 280 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,5 triliun.

Sumber : Kompas Cetak

Ini Dia Raksasa Baru Petrokimia RI

PT Tri Polyta Indonesia Tbk menyatakan akan merger dengan PT Chandra Asri membentuk perusahaan petrokimia terintegrasi yang efisien dan saling menguntungkan. Merger ini membentuk satu perusahaan petrokimia baru terbesar di Indonesia dan berskala global.

Direktur Tri Polyta Suryandi, Minggu (26/9/2010) di Jakarta, mengatakan, manajemen Tri Polyta akan menyerahkan pernyataan pendaftaran dan rancangan merger dengan PT Chandra Asri kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta kreditor perseroan, Senin ini.

Pada hari itu juga, perseroan akan mengumumkan rencana rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan kepada pemegang saham dan publik.

Aksi korporasi penggabungan kedua perusahaan yang bergerak di sektor petrokimia tersebut akan dilakukan melalui RUPSLB yang dijadwalkan 27 Oktober 2010. Diharapkan, perusahaan baru dengan nama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sudah efektif pada 1 Januari 2011.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, kata Suryandi, selanjutnya akan menjadi sebuah perusahaan petrokimia yang terintegrasi dengan kegiatan usaha yang mencakup hampir semua aspek rantai produksi petrokimia dan menghasilkan beberapa produk untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat luas. Gabungan kedua perusahaan tersebut juga akan membuat perusahaan baru yang lebih efisien dan menguntungkan bagi perusahaan, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Suryandi, merger Tri Polyta dengan PT Chandra Asri merupakan merger vertikal antaranak perusahaan PT Barito Pacific Tbk. Menurut dia, tidak akan ada benturan kepentingan, mengingat merger yang dilakukan terbatas pada pertukaran saham (share swap) antarkedua perusahaan. ”Merger ini akan memberikan sinergi yang menguntungkan bagi kedua perusahaan. Sebab, selama ini kebutuhan bahan baku kami dipenuhi oleh PT Chandra Asri,” kata Suryandi.

Beberapa manfaat yang dihasilkan dari penggabungan Chandra Asri dan Tri Polyta di antaranya akan membuat aktivitas produksi lebih efisien sehingga akan memberikan keuntungan strategis jangka panjang dari sisi operasional dan logistik.

Dengan menjadi perusahaan petrokimia yang terintegrasi, perusahaan yang baru akan memiliki kemampuan pendanaan yang lebih besar dan menciptakan peluang bisnis lebih baik sehingga dapat meningkatkan kinerja perseroan.

Menurut Sekretaris Perusahaan Chandra Asri Suhat Miyarso, keputusan merger dilakukan setelah melalui proses uji tuntas (due dilligence) ketat sejak Juli 2010. Proses tersebut dilakukan dengan memerhatikan masukan untuk menciptakan keuntungan bagi semua pemegang saham dan pemangku kepentingan perseroan. ”Proses merger ini juga telah memerhatikan beberapa aspek, seperti kepentingan karyawan, kreditor, pemegang saham, dan stakeholder lainnya dari kedua perusahaan,” ujar Suhat menegaskan.

Tri Polyta yang berdiri tahun 1988 dan beroperasi komersial sejak tahun 1992 merupakan perusahaan yang memproduksi bijih plastik polypropylene dengan kapasitas produksi saat ini 360 kiloton per annum. Polypropylene adalah bahan baku untuk beberapa produk konsumen, seperti kemasan makanan, perabot rumah tangga, komponen otomotif, dan peralatan elektronik.

PT Barito Pacific Tbk pada 5 Agustus 2008 menguasai 77,93 persen saham Tri Polyta. Dengan pangsa pasar sebesar 46 persen, total aset Tri Polyta saat ini 280 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,5 triliun.

Sumber : Kompas Cetak

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes