Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Bentrokan Tarakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bentrokan Tarakan. Tampilkan semua postingan

29 September 2010

Kronologis Lengkap Bentrokan Tarakan

Mabes Polri merilis kronologis bentrokan di Tarakan, Kalimantan Timur. Hingga saat ini kota Tarakan masih mencekam dimana massa berkumpul di Gran Tarakan Mal di Jalan Gajah Mada dan Jalan Agus Salim.

Berikut kronologis bentrok Tarakan yang dimuat dalam akun twitter dan facebook Divisi Humas Polri, Selasa, (28/9/2010) malam

Peristiwa Kerusuhan

Pada tanggal 26 September 2010 sekitar jam 22.30 WITA. Telah terjadi perkelahian antar sekelompok warga dari suku Bugis dan Suku Tidung di Kampung Juata Permai Tarakan Kalimantan Timur. Akibat perkelahian tersebut satu orang tewas.

Kronologis kejadian

1. Minggu, 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA.

Pada saat Abdul Rahmansyah, warga Kelurahan Juanta Permai sedang melintas di Perum Korpri Jalan Seranai III, Juata Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, secara tiba-tiba dikeroyok 5 (lima) orang tidak dikenal, sehingga Abdul mengalami luka-luka ditelapak tangan. Selanjutnya Abdul pulang ke rumah untuk meminta pertolongan dan diantar pihak keluarga ke RSU Tarakan untuk berobat.

2. Senin 27 September 2010

Sekitar pukul 00.30 WITA, ABDULLAH (56), warga Kelurahan Juata Permai, orang tua Abdul Rahmansyah beserta 6 (enam) orang yang merupakan keluarga dari Suku Tidung berusaha mencari para pelaku pengroyokan dengan membawa senjata tajam berupa mandau, parang dan tombak. Mereka mendatangi sebuah rumah yang diduga sebagai rumah tingga salah seorang dari pengroyok di Perum Korpri Jalan Seranai III, Juata, Tarakan Utara Kota Tarakan.

Penghuni rumah yang mengetahui bahwa rumahnya akan diserang segera mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa badik dan parang. Kemudian terjadilah perkelahian antara kelompok Sdr Abdullah (warga Suku Tidung) dengan penghuni rumah tersebut (kebetulan warga Suku Bugis Latta). Akibatnya Sdr Abdullah meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam.

Pada pukul 01.00 WITA, di Perum Korpri Jalan Seranai III, Tarakan Utara, Kota Tarakan terjadi penyerangan yang dilakukan sekitar 50 orang (warga Suku Tidung) yang bersenjatakan mandau, parang dan tombak. Terjadi pengrusakan terhadap rumah milik Noodin, warga suku Bugis Letta), warga Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 05.30 WITA terjadi lagi aksi pembakaran terhadap rumah milik Sarifudin, warga Suku Bugis Latta, warga Perum Korpri Jalan Seranai RT 20 Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 06.00 WITA, sekitar 50 orang (warga Suku Tidung) mencari Asnah warga suku Bugis Latta, namun berhasil diamankan anggota Brimob. Pada pukul 10.00 WITA, massa kembali mendatangi rumah tinggal Noodin dan langsung membakarnya.

Pada pukul 11.00 WITA, massa kembali melakukan pengrusakan terhadap 4 (empat) sepeda motor yang berada dirumah Noodin. Pada pukul 14.30 WITA, korban meninggal Abdullah dimakamkan di Gunung Daeng Kelurahan Sebengkok Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan.

Pada pukul 18.00 WITA, terjadi pengeroyokan terhadap Samsul Tani warga suku Bugis, yang tinggal di Memburungan RT 15 Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, oleh orang tidak dikenal.

Pukul 18.00 WITA, personil gabungan dari Polres Tarakan (Sat Intelkam, Sat Reskrim dan Sat Samapta) diperbantukan untuk mengamankan TKP. Pada pukul 20.30 WITA s/d 22.30 WITA bertempat di Kantor Camat tarakan Utara berlangsung pertemuan yang dihadiri untur Pemda setempat seperti Walikota Tarakan, Sekda Kota Tarakan, Dandim Tarakan, Dirintelkam Polda Kaltim, Dansat Brimob Polda Kaltim, Wadir Reskrim Polda Kaltim serta perwakilan dari Suku Bugis dan Suku Tidung.

27 September 2010

Kronologi Bentrokan Tarakan Versi Mabes Polri

Bentrokan antara dua kelompok warga terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, setidaknya menyebabkan satu korban tewas. Lalu seperti apa kronologi kejadian yang menyebabkan Kota Tarakan mencekam?

Menurut Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol, I Ketut Untung Yoga Ana, kejadian berawal akibat kesalahpahaman yang menimbulkan perkelahian.

Kejadian berawal saat Abdurrahmansyah  bersama Jaelani  dimintai uang secara paksa oleh lima orang tidak dikenal, pada 26 September 2010, sekitar pukul 23.00.

Saat itu, Abdurrahman dan Jaelani sedang membeli rokok di Kampung Juata Permai, belakang perumahan Korpri. Jaelani dan Abdurrahmansyah kemudian mengadu kepada keluarganya.

"Kemudian ayah Abdurrahmansyah yang bernama Abdullah, bersama menantunya Lili Sutisna, Sofyan, dan Abdurrahmansyah mendatangi rumah Nurdin," kata Untung Yoga dalam pesan pendeknya, Senin malam, 27 September 2010 malam

Saat itu, di rumah Nurdin juga ada tiga orang lain yang kemudian langsung menyerang. "Sehingga Abdullah meninggal di Tempat Kejadian Perkara," ujar Untung Yoga.

Pertengkaran dua kelompok ini melibatkan dua kelompok suku, sehingga keributan pun meluas.

Namun, menurut Untung Yoga, kedua kelompok sudah dapat meredamkan warganya dan menyerahkan permasalahan kepada aparat keamanan. "Pertemuan (kedua kelompok) dipimpin Muspida Tarakan," kata Untung Yoga.

• VIVAnews

Kronologi Bentrokan Tarakan Versi Mabes Polri

Bentrokan antara dua kelompok warga terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, setidaknya menyebabkan satu korban tewas. Lalu seperti apa kronologi kejadian yang menyebabkan Kota Tarakan mencekam?

Menurut Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol, I Ketut Untung Yoga Ana, kejadian berawal akibat kesalahpahaman yang menimbulkan perkelahian.

Kejadian berawal saat Abdurrahmansyah  bersama Jaelani  dimintai uang secara paksa oleh lima orang tidak dikenal, pada 26 September 2010, sekitar pukul 23.00.

Saat itu, Abdurrahman dan Jaelani sedang membeli rokok di Kampung Juata Permai, belakang perumahan Korpri. Jaelani dan Abdurrahmansyah kemudian mengadu kepada keluarganya.

"Kemudian ayah Abdurrahmansyah yang bernama Abdullah, bersama menantunya Lili Sutisna, Sofyan, dan Abdurrahmansyah mendatangi rumah Nurdin," kata Untung Yoga dalam pesan pendeknya, Senin malam, 27 September 2010 malam

Saat itu, di rumah Nurdin juga ada tiga orang lain yang kemudian langsung menyerang. "Sehingga Abdullah meninggal di Tempat Kejadian Perkara," ujar Untung Yoga.

Pertengkaran dua kelompok ini melibatkan dua kelompok suku, sehingga keributan pun meluas.

Namun, menurut Untung Yoga, kedua kelompok sudah dapat meredamkan warganya dan menyerahkan permasalahan kepada aparat keamanan. "Pertemuan (kedua kelompok) dipimpin Muspida Tarakan," kata Untung Yoga.

• VIVAnews

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes